RI News Portal. Bandung, 24 Desember 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan minat mendalam untuk mengadopsi keunggulan Republik Kuba di bidang bioteknologi, sistem kesehatan masyarakat, pendidikan, serta manajemen kebencanaan. Langkah ini diharapkan menjadi strategi kunci dalam memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman seperti perubahan iklim dan penyediaan layanan kesehatan yang inklusif bagi populasi padat.
Dalam pertemuan bilateral baru-baru ini di Gedung Sate, Bandung, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, bertemu dengan Duta Besar Republik Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzales Grau, didampingi Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Kuba, Juan Francisco Noyola Ugalde. Diskusi tersebut menekankan pentingnya transfer pengetahuan sebagai fondasi kerja sama, mengingat reputasi Kuba yang telah berhasil membangun sistem kesehatan tangguh di tengah kondisi ekonomi terbatas.
Erwan Setiawan menyoroti bahwa model Kuba sangat relevan bagi Jawa Barat, provinsi dengan densitas penduduk tertinggi di Indonesia. “Pengalaman Kuba dalam menyediakan layanan kesehatan berbasis komunitas dan inklusif, serta kemampuan adaptasi terhadap krisis, dapat menjadi inspirasi bagi kami. Jarak geografis bukan penghalang; yang terpenting adalah kesamaan visi dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Saat ini, Jawa Barat sedang mengakselerasi agenda pembangunan berkelanjutan yang mencakup pendidikan inklusif, peningkatan akses kesehatan, pelestarian lingkungan, dan mitigasi risiko bencana. Kuba diposisikan sebagai mitra ideal untuk pertukaran ilmu pengetahuan, khususnya dalam pelatihan tenaga medis spesialis dan strategi adaptasi iklim. Potensi kolaborasi mencakup proyek percontohan, program kapasitas building, serta pertukaran antarmasyarakat, yang diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral nasional tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat Jawa Barat.
Baca juga : TNI AL Perkuat Pengamanan Wilayah Yogyakarta Jelang Natal dan Tahun Baru
Selain isu teknis dan sektoral, pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen di ranah diplomasi budaya. Kedua pihak sepakat merencanakan sebuah perhelatan budaya berskala besar di Kota Bandung pada 2026, yang akan menjadi platform akulturasi seni, musik, dan tradisi, sekaligus memperdalam ikatan antarmasyarakat.
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan diplomasi subnasional yang semakin proaktif di era globalisasi, di mana provinsi seperti Jawa Barat tidak hanya bergantung pada kerangka nasional, tetapi juga membangun jaringan langsung dengan negara lain untuk mengatasi tantangan bersama. Dengan latar belakang ancaman iklim yang semakin nyata dan kebutuhan akan sistem kesehatan yang resilien pasca-pandemi, kerja sama semacam ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam memanfaatkan pengalaman internasional untuk pembangunan lokal yang lebih tangguh.
Pewarta : Muchlis

