RI News. Yogyakarta – Tepat di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional, semangat kebangkitan kembali menyala. Korem 072/Pamungkas menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dengan penuh khidmat, Rabu (20/5/2026). Bertempat di Lapangan Upacara Korem 072/Pamungkas, acara ini menjadi momentum refleksi kolektif tentang fondasi perjuangan bangsa sekaligus komitmen menjaga generasi muda sebagai pilar kedaulatan negara.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., dengan Kapten Cba Saryanto selaku Komandan Upacara (Danup) yang juga menjabat Kainfolahtarem 072/Pamungkas. Hadir pula para Kasi Korem, Dan/Ka Satdisjan, serta seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Korem 072/Pamungkas.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasrem, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid menekankan makna mendalam peringatan tahun ini. Menurutnya, Harkitnas ke-118 mengingatkan kembali berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 sebagai titik awal kebangkitan nasionalisme Indonesia.

“Tema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa,” ujar Meutya dalam sambutan yang dibacakan Kolonel Teguh Wiratama. Ia menegaskan bahwa kemandirian bangsa bukanlah sekadar slogan, melainkan keteguhan hati rakyat untuk bersatu dalam satu visi besar, sebagaimana diamanatkan para pendiri negara.
Menteri Komdigi memaparkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui program-program strategis yang menyentuh akar persoalan bangsa. Program Makan Bergizi Gratis yang kini berjalan masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia menjadi fondasi fisik bagi generasi penerus. Pemerataan akses pendidikan terus didorong melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, disertai peningkatan mutu guru dan perluasan beasiswa.
Di sektor kesehatan, layanan Cek Kesehatan Gratis dihadirkan secara masif untuk menjamin perlindungan medis yang adil. Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat terbawah, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca juga : Jakarta Belajar dari Kopenhagen: Menata Warisan Sejarah tanpa Kehilangan Jiwa Kota
Salah satu penekanan terkuat dalam sambutan adalah komitmen pelindungan generasi muda di ruang digital. Meutya menyatakan bahwa pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) merupakan wujud nyata kehadiran negara. Sejak 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya.
“Momentum Harkitnas ini harus kita jadikan penguat solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” ajak Meutya.
Upacara ini tidak hanya menjadi seremoni rutin, melainkan pengingat bahwa kebangkitan nasional harus terus dirawat melalui tindakan nyata: melindungi anak-anak bangsa dari berbagai ancaman, membangun fondasi kesehatan dan pendidikan yang kuat, serta memperkokoh kedaulatan di era digital yang penuh tantangan.
Dengan semangat Boedi Oetomo yang terus menyala, seluruh elemen bangsa diajak untuk bahu-membahu menjaga tunas bangsa, karena di tangan merekalah masa depan kedaulatan Indonesia berada.
Pewarta: Lee anno

