RI News. Cianjur, 17 September 2026 – Sebuah langkah progresif dalam metode pembelajaran praktik ditunjukkan oleh para siswa Kelas 11 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cianjur. Tidak sekadar menyerap materi di dalam kelas, para siswa ini terjun langsung melakukan uji wawancara kepada jajaran tenaga pendidik dan pengurus sekolah. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk mengasah ketajaman berpikir kritis, melatih keterampilan komunikasi publik, serta membina keberanian mental siswa dalam menyampaikan dan mengonfirmasi isu-isu aktual.

Eksplorasi pertanyaan yang diajukan para siswa mencakup berbagai topik strategis, mulai dari dinamika dunia pendidikan hingga urgensi literasi media sosial di era digital. Kepala MAN 2 Cianjur, Solihin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan keberanian para peserta didik yang tampil percaya diri saat berdialog langsung dengan pihak sekolah. Menurutnya, respons kritis siswa terhadap fenomena pendidikan dan dinamika media sosial menunjukkan kematangan pola pikir yang sangat dibutuhkan pada era informasi saat ini.
Baca juga: Menanti Kejelasan di Sudut Gulon: Duka Keluarga Korban Kapal Virgo dan Urgensi Penataan Usia Kerja
Dari sudut pandang kurikulum, kegiatan ini merupakan aplikasi langsung dari mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus pada teknik wawancara dan komunikasi terstruktur. Kepala Tata Usaha MAN 2 Cianjur, Irlan, menjelaskan bahwa simulasi ini memberikan pengalaman empiris yang menyerupai kerja-kerja jurnalistik profesional. Melalui praktik lapangan ini, siswa tidak hanya memahami teori wawancara secara akademis, tetapi juga menginternalisasi etika konfirmasi, pembentukan karakter mandiri, serta keterampilan linguistik yang bermanfaat untuk jenjang karier dan akademik mereka di masa depan.
Pewarta: Muchlis
Tagline: #pendidikan, #jurnalistiksiswa, #man2cianjur, #literasidigital, #pembelajaranaktif, #keterampilankomunikasi,

