Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Indonesia Masuki Era Kapal Induk: Analisis Akuisisi Giuseppe Garibaldi dan Implikasi Strategis

Indonesia Masuki Era Kapal Induk: Analisis Akuisisi Giuseppe Garibaldi dan Implikasi Strategis

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Analisis Akuisisi Giuseppe Garibaldi dan Implikasi Strategis
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 24 September 2025 – Di tengah dinamika geopolitik Asia Tenggara yang semakin kompleks, Indonesia telah mengambil langkah berani dengan menyetujui plafon pinjaman luar negeri hingga US$450 juta (setara Rp7,47 triliun) untuk mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang telah dipensiunkan oleh Angkatan Laut Italia. Keputusan ini tidak hanya menandai tonggak sejarah dalam modernisasi pertahanan maritim Indonesia, tetapi juga mencerminkan ambisi negara untuk memperkuat proyeksi kekuatan laut di kawasan Indo-Pasifik.

Langkah ini, yang pertama kali dilaporkan oleh media internasional pada 23 September 2025, menjadi sinyal konkret bahwa Indonesia sedang membangun kemampuan operasi penerbangan dari kapal induk. Persetujuan tersebut secara resmi tertuang dalam surat dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, bertanggal 29 Agustus 2025. Dokumen ini tidak hanya mengalokasikan dana untuk kapal induk, tetapi juga menyediakan fleksibilitas pendanaan melalui lembaga kredit ekspor, kreditur bilateral, atau pemberi pinjaman swasta, yang memungkinkan Indonesia untuk mengoptimalkan skema keuangan tanpa beban fiskal berlebih.

Kapal Giuseppe Garibaldi, yang diluncurkan pada 1985 sebagai kapal induk pertama Italia pasca-Perang Dunia II, memiliki panjang 180 meter dan dek penerbangan sepanjang 174 meter dengan fitur ski-jump 4 derajat. Selama hampir empat dekade operasinya, kapal ini telah terlibat dalam misi-misi krusial NATO, seperti Operasi Allied Force di Kosovo (1999) dan Operasi Unified Protector di Libya (2011), dengan catatan lebih dari 1.200 jam terbang. Kapal ini mampu menampung hingga 18 pesawat, termasuk jet tempur AV-8B Harrier II dan helikopter seperti SH-3D serta AW101, sebelum dipensiunkan pada Oktober 2024.

Perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri, telah menyampaikan proposal resmi pada Juli 2025 selama kunjungan delegasi Indonesia ke Roma. Proposal tersebut menyoroti empat area utama untuk mengonversi kapal menjadi drone carrier nirawak, meskipun detail modifikasi, jadwal, dan biaya akhir masih dirahasiakan. Seorang perwakilan Fincantieri menyatakan dalam ajang Indodefence 2025 di Jakarta bahwa kapal ini berada dalam kondisi prima dan berpotensi beroperasi selama 15-20 tahun ke depan. Akuisisi ini selaras dengan program Minimum Essential Force (MEF) Indonesia, yang bertujuan membangun kekuatan pertahanan minimal yang esensial untuk menjaga kedaulatan wilayah.

Selain kapal induk, alokasi pinjaman juga mencakup hingga US$250 juta untuk helikopter angkut dan US$300 juta untuk helikopter utilitas, yang akan mendukung integrasi sistem drone maritim. Pendekatan ini menunjukkan strategi holistik Indonesia dalam membangun ekosistem pertahanan laut yang terintegrasi, bukan sekadar akuisisi aset tunggal.

Baca juga : Mendagri Dorong Koordinasi Multisectoral untuk Tekan Inflasi Daerah: Analisis Kebijakan Ekonomi Lokal di Tengah Stabilitas Nasional

Ambisi Indonesia ini semakin diperkuat melalui kemitraan pertahanan dengan Turki, yang telah menghasilkan perjanjian dengan produsen Baykar dan perusahaan lokal Republikorp untuk pengadaan 60 drone maritim Bayraktar TB3 serta 9 UAV Akinci. Di pameran Indodefence 2025, Republikorp memamerkan konsep kapal induk dual-island beserta maket drone Turki, menandakan sinergi teknologi antara kedua negara.

Drone Bayraktar TB3 telah membuktikan kompatibilitasnya dengan dek ski-jump melalui lebih dari 100 sortie dari kapal TCG Anadolu milik Turki, termasuk misi bersenjata. Integrasi ini akan memungkinkan Giuseppe Garibaldi beroperasi sebagai platform nirawak, mengurangi risiko bagi personel manusia sambil meningkatkan jangkauan pengawasan dan serangan di Laut China Selatan dan sekitarnya. Dari perspektif akademis, kolaborasi ini mencerminkan tren global di mana negara-negara berkembang memanfaatkan teknologi drone untuk mengimbangi kekuatan konvensional, sebagaimana dibahas dalam studi pertahanan kontemporer tentang asimetri militer.

Secara strategis, akuisisi ini menempatkan Indonesia sebagai anggota baru “klub kapal induk” di kawasan, bergabung dengan negara seperti China, India, dan Thailand, sementara meninggalkan Australia yang belum memiliki aset serupa. Hal ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara, terutama dalam konteks sengketa wilayah maritim, di mana proyeksi kekuatan laut menjadi kunci deterren. Namun, tantangan tetap ada: biaya operasional tinggi, kebutuhan pelatihan personel, dan potensi eskalasi diplomatik dengan tetangga seperti China, yang mungkin melihat ini sebagai ancaman.

Dalam analisis jurnalistik akademis, langkah Indonesia ini bukan hanya tentang akuisisi hardware, melainkan investasi dalam otonomi strategis. Dengan memanfaatkan aset bekas yang dimodernisasi, Indonesia menunjukkan pendekatan pragmatis terhadap pembangunan pertahanan, yang selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dalam industri militer. Meski demikian, keberhasilan akan bergantung pada integrasi teknologi dan kebijakan luar negeri yang bijak, untuk menghindari jebakan arms race regional.

Berita ini disusun berdasarkan laporan terbaru dari berbagai sumber internasional, dengan fokus pada konteks mendalam untuk pembaca yang mencari pemahaman lebih dari sekadar fakta permukaan.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mendagri Dorong Koordinasi Multisectoral untuk Tekan Inflasi Daerah: Analisis Kebijakan Ekonomi Lokal di Tengah Stabilitas Nasional
Next: Pemerintah Kota Subulussalam Buka Seleksi Terbuka JPTP 2025 untuk Enam Jabatan Strategis

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.