Skip to content
23/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Indonesia Dorong Reformasi Internal Gerakan Non-Blok untuk Bangkitkan Solidaritas Global

Indonesia Dorong Reformasi Internal Gerakan Non-Blok untuk Bangkitkan Solidaritas Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 min read
Indonesia Dorong Reformasi Internal Gerakan Non-Blok untuk Bangkitkan Solidaritas Global
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kampala, Uganda – Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Uganda Tata menyerukan reformasi mendalam pada Gerakan Non-Blok (GNB) demi memperkuat solidaritas antaranggota di tengah tantangan geopolitik global yang kian rumit. Pernyataan tegas keduanya disampaikan pada Pertemuan Tingkat Menteri Biro Koordinasi GNB (PTM GNB) ke-19 yang berlangsung di Kampala pada 15-16 Oktober 2025.

Dalam pidatonya, Arrmanatha menekankan urgensi menghentikan pemborosan sumber daya GNB yang selama ini terjebak pada penyusunan dokumen panjang lebar tanpa dampak nyata bagi masyarakat. “Kita harus menghentikan kebiasaan menghabiskan sumber daya untuk menyusun ribuan halaman dokumen yang tidak memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” tegasnya, menyoroti inefisiensi birokrasi yang melemahkan peran organisasi beranggotakan 120 negara berkembang ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Tata menegaskan bahwa relevansi GNB bergantung pada sistem multilateral yang kuat dan adil, yang berpijak pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta hukum internasional. Ia mendesak GNB untuk berada di garis depan reformasi PBB, membangun tatanan multilateral yang lebih inklusif, serta memperjuangkan keadilan dan supremasi hukum—khususnya bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi ketidakadilan berkepanjangan.

Secara khusus, kedua pejabat itu mengajak anggota GNB untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan. Tata menyoroti potensi NAM Centre for South-South Technical Cooperation di Jakarta sebagai pusat unggulan untuk pertukaran pengetahuan dan pembangunan antarnegara berkembang. “Kita harus menghidupkan kembali semangat kebersamaan, dari GNB untuk GNB, guna saling memberdayakan satu sama lain dan memperkuat kemandirian kolektif,” ujarnya.

Arrmanatha turut menekankan pentingnya membangkitkan kembali “Spirit Bandung 1955″—semangat Konferensi Asia-Afrika yang menjadi cikal bakal GNB—untuk menjaga relevansi organisasi di era ketegangan geopolitik, disrupsi teknologi, kesenjangan sosial yang melebar, krisis iklim, serta erosi kepercayaan global. “Pertanyaan utama dewasa ini bukan apakah GNB masih relevan, tetapi apakah GNB memilih untuk tetap relevan,” katanya, menantang para menteri hadir untuk bertindak konkret.

Salah satu sorotan terkuat adalah menurunnya solidaritas GNB terhadap isu Palestina. Arrmanatha menyesalkan bahwa kemerdekaan Palestina, yang dulu menjadi denyut nadi perjuangan GNB, kini semakin memudar. “Sebagai contoh, hanya 70 persen anggota GNB yang mendukung Deklarasi New York tentang Solusi Dua Negara. Ini mencerminkan menurunnya solidaritas kita,” tegasnya, mengkritik kurangnya suara kolektif yang tegas.

Baca juga : Gubernur Maluku Utara Konsultasi ke KPK untuk Tingkatkan Skor Pencegahan Korupsi

Pertemuan yang dipimpin Menteri Luar Negeri Uganda Odongo Jeje Abubakhar—sebagai Ketua GNB periode 2024-2027—ini mengusung tema “Deepening Cooperation for Shared Global Affluence”. Diikuti puluhan wakil negara anggota, forum ini menyepakati Dokumen Final yang memuat prioritas strategis GNB, meliputi perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, serta pengentasan kemiskinan struktural.

Dari perspektif hubungan internasional, inisiatif Indonesia dan Uganda ini merepresentasikan upaya revitalisasi institusi multilateral pasca-Perang Dingin. Para pakar seperti Prof. Amitav Acharya dari American University menilai bahwa GNB, yang lahir dari semangat anti-kolonialisme, kini menghadapi paradoks: organisasi yang mewakili 55 persen populasi dunia justru terhambat oleh inersia birokrasi dan fragmentasi geopolitik. Reformasi internal yang diusulkan—dari efisiensi dokumen hingga penguatan pusat kerja sama di Jakarta—dapat menjadi katalisator untuk “South-South solidarity” yang lebih adaptif terhadap ancaman asimetris seperti perubahan iklim dan dominasi teknologi Barat.

Studi terbaru dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta memperkirakan bahwa kerja sama Selatan-Selatan via GNB berpotensi menambah PDB kolektif negara berkembang hingga 2-3 persen per tahun jika dioptimalkan. Namun, tanpa komitmen pada isu normatif seperti Palestina, GNB berisiko kehilangan legitimasi moralnya, sebagaimana dianalisis dalam jurnal Third World Quarterly (2024) yang menyebut solidaritas Palestina sebagai “litmus test” identitas GNB.

Langkah ini juga selaras dengan diplomasi Indonesia sebagai “bridge builder” di forum Global South, memperkuat posisinya menjelang KTT GNB 2027. Dengan demikian, PTM Kampala bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan panggilan untuk transformasi yang menjadikan GNB sebagai kekuatan pembentuk tatanan dunia yang lebih adil.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gubernur Maluku Utara Konsultasi ke KPK untuk Tingkatkan Skor Pencegahan Korupsi
Next: Penundaan KTT Trump-Putin di Hongaria: Diplomasi Rusia-Ukraina Masih Terhambat

Related Stories

UU PPRT dan Rekonstruksi Keadilan bagi Pekerja Rumah Tangga
3 min read

Negara Hadir di Ruang Domestik: UU PPRT dan Rekonstruksi Keadilan bagi Pekerja Rumah Tangga

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Konsolidasi Pertahanan Nasional dalam Agenda Presiden Prabowo
2 min read

Geostrategi di Tengah Ketidakpastian Global: Konsolidasi Pertahanan Nasional dalam Agenda Presiden Prabowo

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Peluang Emisi Obligasi China di Pasar Domestik
2 min read

Peluang Emisi Obligasi China di Pasar Domestik: Strategi Timbal Balik Purbaya Yudhi Sadewa Tekan Biaya Pembiayaan Negara

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polisi dan Ketahanan Pangan: Strategi Institusional Polres Melawi dalam Mendukung Swasembada Jagung Nasional
  • Hotline 110 sebagai Infrastruktur Respons Cepat: Strategi Polres Melawi dalam Memperkuat Pelayanan Publik Berbasis Keamanan
  • Energi Kepedulian: Dari Cahaya Listrik Menuju Kemandirian Disabilitas Netra di Sumatera Barat
  • Rem Mendadak di Jalinsum: Kecelakaan Fatal di Kabupaten Dharmasraya dan Problem Sistemik Keselamatan Jalan
  • Sinergi Negara dan Desa: TMMD ke-128 di Minahasa Tenggara sebagai Instrumen Akselerasi Pembangunan Inklusif
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.