RI News. Jatipurno, Wonogiri – Semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan kembali terlihat nyata di Lingkungan Pule, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ratusan warga setempat bergotong royong membersihkan jalan lintas antarkecamatan yang menghubungkan Jatipurno dengan Jatisrono, khususnya membersihkan saluran air yang selama ini sering menjadi masalah.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB itu berjalan penuh antusiasme. Warga bahu-membahu membersihkan selokan, memangkas rumput liar yang tumbuh liar, serta mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di sepanjang ruas jalan lingkungan Pule dan Bokong menuju perbatasan Jatisrono.
Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, S.Kom, turut serta langsung dalam kegiatan tersebut. Ia bergabung bersama warga membersihkan saluran air yang selama ini tidak tertata rapi, sehingga sering menyebabkan air meluap ke badan jalan. Luapan tersebut berpotensi menggerus aspal dan merusak infrastruktur jalan.

Dalam arahannya, Camat Nur Dhana Setiawan menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Kebersihan jalan adalah cerminan dari kesadaran dan kepedulian kita. Melalui gotong royong seperti ini, kita tidak hanya membersihkan fisik jalan penghubung dua kecamatan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.
Warga terlihat kompak bekerja. Selain membersihkan saluran, mereka juga memastikan rumput di pinggir jalan terpangkas rapi sehingga jalan terlihat lebih bersih, terang, dan aman. Visibilitas yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang berpapasan dari arah berlawanan.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Gotong royong semacam ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan protokol, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Beberapa warga Lingkungan Pule-Bokong mengungkapkan bahwa tradisi kerjabakti atau gotong royong lingkungan sudah mengakar sejak lama. Kegiatan ini biasanya digelar setiap hari Minggu dengan lokasi yang bergantian.
“Selain membersihkan lingkungan agar tetap asri, kerjabakti ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Setelah selesai, kami biasanya duduk bersama menikmati kopi dan makanan kecil yang disiapkan ibu-ibu,” tutur mereka sambil tersenyum.
Harapan ke depan, warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk kolaborasi lebih luas dari pemerintah kecamatan untuk menjaga ruas jalan protokol tetap bersih dan nyaman.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya membersihkan fisik lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan di Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi

