RI News Portal. Yogyakarta – Jalan Malioboro, yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata sekaligus nadi kehidupan Kota Yogyakarta, kembali menunjukkan pesonanya yang sesungguhnya: bersih, rapi, dan ramah bagi siapa saja yang melintas. Pada Jumat, 6 Februari 2026, kawasan legendaris ini menjadi saksi aksi kolektif yang menyentuh, ketika prajurit Korem 072/Pamungkas, personel Polri, serta warga masyarakat bahu-membahu melakukan kerja bakti pembersihan secara massal.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu melibatkan puluhan personel gabungan yang menyisir seluruh ruas jalan Malioboro. Mereka membersihkan trotoar yang kerap dipenuhi sampah kecil, menyapu daun-daun kering yang berguguran, membersihkan saluran air agar tak tersumbat, serta merapikan fasilitas umum seperti bangku taman dan tempat sampah. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya Jawa.
Kapten Arm Ihwan, Perwira Seksi Pengamanan dan Operasi (Pasipamops) Korem 072/Pamungkas, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan komitmen bersama untuk menjaga “wajah” Yogyakarta tetap menawan. “Kami ingin Malioboro tetap menjadi ruang publik yang bersih, tertib, dan nyaman, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang dari berbagai penjuru. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif, dan hari ini kami wujudkan melalui aksi nyata bersama Polri serta masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapten Ihwan menekankan nilai penguatan hubungan sosial yang terbangun lewat kegiatan semacam ini. “Gotong royong bukan hanya kata, tapi kekuatan bangsa yang terlihat dalam kerja sama TNI, Polri, dan warga. Melalui kerja bakti ini, kami ingin menegaskan bahwa menjaga kota tercinta bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Antusiasme terlihat jelas dari para pedagang kaki lima, pengunjung yang kebetulan melintas, hingga warga sekitar yang ikut turun tangan. Bagi mereka, kegiatan ini tidak hanya membersihkan fisik kawasan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan ruang bersama secara berkelanjutan.
Dengan selesainya kerja bakti tersebut, Malioboro kembali tampil prima: trotoar lebar terlihat lebih lapang, udara terasa lebih segar, dan suasana malam yang ikonik diharapkan semakin mengundang. Harapan besar kini tertuju agar semangat kepedulian ini terus hidup, sehingga Jalan Malioboro tak hanya menjadi destinasi wisata, melainkan juga cerminan kota yang berbudaya, bersih, dan penuh kehangatan.
Pewarta: Lee Anno

