RI News. Semarang, 6 April 2026 — Film animasi The Super Mario Galaxy Movie berhasil mencatatkan debut spektakuler di box office global meskipun menerima ulasan yang beragam dari kritikus. Produksi kolaborasi Illumination dan Nintendo ini langsung menduduki posisi pembukaan terbesar tahun 2026 untuk film Hollywood, membuktikan kekuatan daya tarik waralaba video game di layar lebar.
Film yang dirilis secara luas mulai 1 April 2026 ini mengumpulkan sekitar 130,9 juta dolar AS selama akhir pekan perdana (Jumat–Minggu) dan mencapai 190,1 juta dolar AS dalam lima hari pertama tayang di pasar Amerika Utara. Secara global, pendapatan debutnya diperkirakan mencapai 372,5 juta dolar AS, termasuk kontribusi 182,4 juta dolar AS dari 80 pasar internasional.
Keberhasilan ini semakin menarik karena terjadi di tengah libur musim semi anak-anak yang bertepatan dengan periode menjelang Paskah. Meksiko menjadi pasar internasional terkuat dengan pendapatan 29,1 juta dolar AS, diikuti Inggris dan Irlandia. Di dalam negeri, film ini tayang di lebih dari 4.250 bioskop, termasuk ratusan layar IMAX dan premium large format yang turut menyumbang pendapatan signifikan.

Meski demikian, The Super Mario Galaxy Movie mendapat respons kritis yang kurang menggembirakan. Dengan skor 40 persen di Rotten Tomatoes, film ini termasuk salah satu yang paling rendah dinilai di antara rilis besar tahun ini. Para kritikus banyak menyoroti kurangnya inovasi cerita dibandingkan film pendahulunya, The Super Mario Bros. Movie (2023), yang berhasil meraup lebih dari 1,3 miliar dolar AS secara global.
Namun, penonton justru memberikan apresiasi yang jauh lebih tinggi. Survei keluar bioskop menunjukkan penonton keluarga memberikan rating sempurna 5 dari 5 bintang, sementara penonton umum rata-rata memberikan A-. Komposisi penonton didominasi keluarga, dengan sedikit lebih banyak ibu daripada ayah yang hadir bersama anak-anaknya.
Fenomena ini memperkuat pola yang semakin sering terlihat di industri hiburan: jarak antara penilaian kritikus dan preferensi audiens massal, terutama pada film keluarga dan adaptasi game. Christopher Meledandri, CEO Illumination, kembali menghadirkan formula yang terbukti ampuh — cerita sederhana, visual memukau, dan nostalgia karakter ikonik Mario yang disuarakan kembali oleh Chris Pratt, Jack Black, Anya Taylor-Joy, dan Charlie Day.
Dengan biaya produksi sekitar 110 juta dolar AS (belum termasuk pemasaran), film ini diproyeksikan akan memiliki perjalanan panjang di bioskop, tidak hanya sepanjang musim semi, tetapi berpotensi bertahan hingga musim panas. Analis industri menilai kesuksesan awal ini sebagai pembuka ideal bagi musim film musim panas 2026 yang diharapkan semakin bergairah.
Di posisi kedua akhir pekan ini ditempati film sci-fi Project Hail Mary yang dibintangi Ryan Gosling, diikuti film drama romantis berlabel R-rated The Drama yang dibintangi Zendaya dan Robert Pattinson. Meski demikian, dominasi The Super Mario Galaxy Movie jelas menjadi sorotan utama, menandakan bahwa daya tarik hiburan ringan yang berkualitas keluarga masih menjadi kekuatan utama di tengah persaingan ketat industri perfilman.
Film ini dijadwalkan tayang di Jepang pada akhir April 2026, yang diprediksi akan semakin menggenjot angka globalnya.
Pewarta : Vie

