Skip to content
22/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Hiburan
  • Jerat Hantu dan Utang: Film “Aku Harus Mati” Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian

Jerat Hantu dan Utang: Film “Aku Harus Mati” Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 minutes read
Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Di tengah banjir film horor yang memadati layar lebar, sebuah karya baru berjudul Aku Harus Mati berusaha membedakan diri bukan hanya lewat ketegangan jumpscare, melainkan melalui pesan moral yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Film ini mengajak penonton merenungkan bahaya gaya hidup hedonis dan tekanan validasi sosial yang kerap berujung pada jeratan utang online.

Iwet Ramadhan, perwakilan produser film tersebut, mengungkapkan alasan di balik pilihan genre horor. Menurutnya, film bergenre ini tetap menjadi favorit masyarakat, terutama kalangan anak muda. “Kalau memang kita mau menyampaikan pesan moral yang kuat, maka kita harus masuk ke tontonan yang paling banyak ditonton oleh masyarakat, dan itu adalah film horor,” ujar Iwet saat ditemui di Semarang.

Disutradarai oleh Hestu Saputra, Aku Harus Mati mengisahkan perjalanan Mala, diperankan oleh Hana Saraswati, seorang perempuan yang terjebak dalam lingkaran setan utang akibat gaya hidup mewah di ibu kota. Demi mendapatkan pengakuan dan terlihat “sukses” di mata orang lain, Mala rela melakukan flexing berlebihan hingga terlilit pinjaman online (pinjol). Tekanan tersebut kemudian memicu teror supranatural yang semakin mencekam.

Iwet menjelaskan bahwa cerita film ini diambil langsung dari fenomena sosial yang sedang marak terjadi. Di era media sosial, keinginan untuk mendapat validasi sering kali mendorong seseorang berpikir pendek dan menghalalkan segala cara. “Yang mau kami sampaikan, kami ingin masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai karena kita butuh validasi dari orang lain, kita butuh terlihat keren di mata orang lain, kemudian kita jadi terjerat hal-hal yang tidak perlu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tokoh utama Mala merepresentasikan banyak orang yang saat ini bergulat dengan masalah serupa. “Tokoh Mala di dalam film ini kan terjerat utang pinjol, dan itu kan satu hal yang cukup banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia saat ini. Nah, itu juga pesan yang mau kami bawa lewat film ini,” katanya.

Film ini dibuat dengan latar belakang yang relatable, di mana ambisi dan keinginan untuk tampil sempurna di dunia maya sering kali mengorbankan kestabilan finansial dan mental. Dengan pendekatan horor yang dominan menggunakan jumpscare, Aku Harus Mati berharap pesan tersebut tersampaikan tanpa terasa menggurui, melainkan melalui pengalaman menonton yang intens.

Baca juga : Gianyar Bekali Generasi Muda dengan Keahlian Kopi dan Rias Wajah untuk Redam Pengangguran

Sementara itu, salah satu pemeran, Prasetya Agni, yang memerankan karakter Nugra—seorang pria Jawa yang kuat dan taat beragama—mengaku menghadapi tantangan besar dalam peran perdananya di layar lebar. Sebagai pemeluk Nasrani, Pras harus memerankan adegan membaca Ayat Kursi dengan penuh penghayatan.

“Yang paling sulit sih sebenarnya tetap pas melafalkan Ayat Kursi. Supaya melafalkannya dengan benar, perasaannya, feeling-nya waktu ngucapin juga benar, pemahamannya,” ungkap Pras. Ia bahkan meluangkan waktu sekitar 10 hari untuk belajar intensif agar pengucapan dan emosi dalam adegan tersebut terasa autentik.

Selain itu, Pras juga menghadapi kesulitan lain, seperti menyesuaikan dialek Jawa yang kental serta tuntutan fisik selama proses syuting yang padat. “Challenge-nya, karena horor kan butuh kekuatan fisik ya, apalagi syutingnya agak rapat waktu itu. Terus, challenge-nya juga yang agak susah dialek Jawa. Jadi, logat tuh susah nempelnya,” tambahnya.

Pengambilan gambar film ini dilakukan di Yogyakarta selama 18 hari, menghadirkan suasana yang semakin memperkuat nuansa horor sekaligus kedekatan dengan budaya lokal. Dengan menggabungkan elemen ketakutan supranatural dan kritik sosial yang tajam, Aku Harus Mati berupaya menjadi lebih dari sekadar hiburan malam. Film ini mengingatkan bahwa di balik kilauan validasi sosial, sering kali tersembunyi jerat yang jauh lebih menakutkan daripada hantu itu sendiri.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gianyar Bekali Generasi Muda dengan Keahlian Kopi dan Rias Wajah untuk Redam Pengangguran
Next: Semarang Jadi Magnet Olahraga Nasional: April 2026 Dipenuhi Event Beragam dari Balap Motor hingga Padel

Related Stories

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13: Prioritas Tur Eternal Sunshine Mengalahkan Proyek Horor

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Tulungagung Distorsi 2026 Bakal Guncang GOR Lembu Peteng

Rock Melintas Generasi: Tulungagung Distorsi 2026 Bakal Guncang GOR Lembu Peteng

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 minggu ago 0
Indonesia Menembus Hollywood

Indonesia Menembus Hollywood: Film Pendek Berjaya di Panggung Internasional di Tengah Disparitas Ekonomi Kreatif Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ratusan Santri Tinggalkan Pondok Pesantren Wonogiri usai Dugaan Pencabulan oleh Pimpinan yang Berstatus Polisi
  • Polres Padangsidimpuan Gerebek L300 Tenda Biru, Sita Puluhan Karton Rokok Ilegal
  • Sinergi Digital yang Menyentuh Nyata: Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Gulung Lengan Bantu Sesama
  • Dugaan Korupsi Pengadaan di Wonogiri: Bayang-Bayang Fee 10 Persen dan Lelang di Atas Kertas
  • Semangat Pengabdian Muda: 231 Calon Bintara Polri Mulai Ditempa di SPN Banyumas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.