Skip to content
22/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Hiburan
  • Jerat Hantu dan Utang: Film “Aku Harus Mati” Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian

Jerat Hantu dan Utang: Film “Aku Harus Mati” Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 minutes read
Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Di tengah banjir film horor yang memadati layar lebar, sebuah karya baru berjudul Aku Harus Mati berusaha membedakan diri bukan hanya lewat ketegangan jumpscare, melainkan melalui pesan moral yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Film ini mengajak penonton merenungkan bahaya gaya hidup hedonis dan tekanan validasi sosial yang kerap berujung pada jeratan utang online.

Iwet Ramadhan, perwakilan produser film tersebut, mengungkapkan alasan di balik pilihan genre horor. Menurutnya, film bergenre ini tetap menjadi favorit masyarakat, terutama kalangan anak muda. “Kalau memang kita mau menyampaikan pesan moral yang kuat, maka kita harus masuk ke tontonan yang paling banyak ditonton oleh masyarakat, dan itu adalah film horor,” ujar Iwet saat ditemui di Semarang.

Disutradarai oleh Hestu Saputra, Aku Harus Mati mengisahkan perjalanan Mala, diperankan oleh Hana Saraswati, seorang perempuan yang terjebak dalam lingkaran setan utang akibat gaya hidup mewah di ibu kota. Demi mendapatkan pengakuan dan terlihat “sukses” di mata orang lain, Mala rela melakukan flexing berlebihan hingga terlilit pinjaman online (pinjol). Tekanan tersebut kemudian memicu teror supranatural yang semakin mencekam.

Iwet menjelaskan bahwa cerita film ini diambil langsung dari fenomena sosial yang sedang marak terjadi. Di era media sosial, keinginan untuk mendapat validasi sering kali mendorong seseorang berpikir pendek dan menghalalkan segala cara. “Yang mau kami sampaikan, kami ingin masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai karena kita butuh validasi dari orang lain, kita butuh terlihat keren di mata orang lain, kemudian kita jadi terjerat hal-hal yang tidak perlu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tokoh utama Mala merepresentasikan banyak orang yang saat ini bergulat dengan masalah serupa. “Tokoh Mala di dalam film ini kan terjerat utang pinjol, dan itu kan satu hal yang cukup banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia saat ini. Nah, itu juga pesan yang mau kami bawa lewat film ini,” katanya.

Film ini dibuat dengan latar belakang yang relatable, di mana ambisi dan keinginan untuk tampil sempurna di dunia maya sering kali mengorbankan kestabilan finansial dan mental. Dengan pendekatan horor yang dominan menggunakan jumpscare, Aku Harus Mati berharap pesan tersebut tersampaikan tanpa terasa menggurui, melainkan melalui pengalaman menonton yang intens.

Baca juga : Gianyar Bekali Generasi Muda dengan Keahlian Kopi dan Rias Wajah untuk Redam Pengangguran

Sementara itu, salah satu pemeran, Prasetya Agni, yang memerankan karakter Nugra—seorang pria Jawa yang kuat dan taat beragama—mengaku menghadapi tantangan besar dalam peran perdananya di layar lebar. Sebagai pemeluk Nasrani, Pras harus memerankan adegan membaca Ayat Kursi dengan penuh penghayatan.

“Yang paling sulit sih sebenarnya tetap pas melafalkan Ayat Kursi. Supaya melafalkannya dengan benar, perasaannya, feeling-nya waktu ngucapin juga benar, pemahamannya,” ungkap Pras. Ia bahkan meluangkan waktu sekitar 10 hari untuk belajar intensif agar pengucapan dan emosi dalam adegan tersebut terasa autentik.

Selain itu, Pras juga menghadapi kesulitan lain, seperti menyesuaikan dialek Jawa yang kental serta tuntutan fisik selama proses syuting yang padat. “Challenge-nya, karena horor kan butuh kekuatan fisik ya, apalagi syutingnya agak rapat waktu itu. Terus, challenge-nya juga yang agak susah dialek Jawa. Jadi, logat tuh susah nempelnya,” tambahnya.

Pengambilan gambar film ini dilakukan di Yogyakarta selama 18 hari, menghadirkan suasana yang semakin memperkuat nuansa horor sekaligus kedekatan dengan budaya lokal. Dengan menggabungkan elemen ketakutan supranatural dan kritik sosial yang tajam, Aku Harus Mati berupaya menjadi lebih dari sekadar hiburan malam. Film ini mengingatkan bahwa di balik kilauan validasi sosial, sering kali tersembunyi jerat yang jauh lebih menakutkan daripada hantu itu sendiri.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gianyar Bekali Generasi Muda dengan Keahlian Kopi dan Rias Wajah untuk Redam Pengangguran
Next: Semarang Jadi Magnet Olahraga Nasional: April 2026 Dipenuhi Event Beragam dari Balap Motor hingga Padel

Related Stories

Agnez Mo Melangkah ke Layar Lebar Hollywood

Agnez Mo Melangkah ke Layar Lebar Hollywood, Satu Layar dengan Nicolas Cage dalam Cyber-Thriller “C.L.A.Y.”

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
The Changcuters Ubah Hiruk-Pikuk Festival Jadi Doa Bersama untuk Korban Karhutla

The Changcuters Ubah Hiruk-Pikuk Festival Jadi Doa Bersama untuk Korban Karhutla

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Ketika Film Pemenang Palme d’Or Mengadili Cara Kita Mengasuh Anak

Movie Review: “Fjord” Ketika Film Pemenang Palme d’Or Mengadili Cara Kita Mengasuh Anak

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Napas Sehat di Tengah Kabut Asap: GTI Bagikan Masker Gratis di Jantung Kota Manado
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan
  • Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem
  • Kapolres Melawi Minta Maaf, Janjikan Proses Hukum Transparan atas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota
  • Dari Ladang Kerangan, Polisi Ikut Menuai 2 Ton Jagung Hibrida untuk Menjaga Lumbung Pangan Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by