RI News Portal. Wonogiri – Alat berat yang akrab disapa beko atau excavator kembali membuktikan peran vitalnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan. Di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, excavator ini menjadi andalan utama dalam tahap persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026.
Pada Jumat (6/2/2026), operasional excavator terlihat intensif di lokasi sasaran pra-TMMD. Alat multifungsi yang digerakkan tenaga hidrolis mesin diesel dan bergerak di atas track rantai ini mempermudah pekerjaan penggalian serta pemindahan material tanah dalam skala besar. Berbagai tugas berat yang biasanya memakan waktu lama dan tenaga manusia kini dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.
Komandan Kodim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, melalui Pasiter Kapten Inf Jumadi menjelaskan bahwa pengerahan excavator bukan sekadar memanfaatkan teknologi, melainkan strategi untuk mengoptimalkan hasil kerja bersama antara prajurit TNI AD dan warga masyarakat.

“Tujuan utama penggunaan alat berat seperti excavator adalah memudahkan prajurit dan masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan fisik. Dengan demikian, target yang direncanakan bisa tercapai secara optimal, dengan waktu yang lebih singkat dan hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan keseriusan Kodim 0728/Wonogiri dalam mendukung pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “TNI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar tujuan bersama dapat terwujud. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa,” tandas Letkol Rodricho.
Baca juga : Gotong Royong Jaga Wajah Jogja: Malioboro Kembali Bersih Berkat Sinergi TNI, Polri, dan Warga
Kegiatan pra-TMMD ini sendiri telah bergulir sejak awal Februari 2026, sebagai upaya percepatan menjelang pembukaan resmi program TMMD Reguler ke-127 yang dijadwalkan pada 10 Februari mendatang. Dengan dukungan alat berat seperti excavator, diharapkan berbagai sasaran fisik—mulai dari pembuatan saluran, penataan jalan desa, hingga pengolahan lahan—dapat rampung lebih awal dan berkualitas tinggi.
Sinergi antara teknologi alat berat modern dan semangat gotong royong masyarakat setempat menjadi kunci utama keberhasilan tahap awal ini. Warga Desa Kembang pun menyambut positif kehadiran excavator, yang dianggap sebagai “penolong” ampuh dalam mewujudkan mimpi pembangunan desa mereka.
Pewarta: Nandar Suyadi

