RI News. Sidorejo, Kulon Progo — Di tengah terik matahari siang, sekelompok ibu-ibu rumah tangga di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, tetap antusias bahu-membahu bersama Satgas TMMD Reguler ke-128 TA 2026. Mereka membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur desa.
Pada Jumat (15/5/2026), kegiatan pembangunan rabat beton jalan terus berlanjut di Padukuhan Karang. Sasaran fisik utama program TMMD ini mencakup pembuatan rabat beton sepanjang 100 meter, dengan lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter. Pengerjaan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses jalan di wilayah tersebut, yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Ibu Parni, salah seorang warga Sidorejo yang aktif terlibat, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Saya bersama emak-emak yang lain akan terus hadir hingga pembangunan selesai, membersamai TNI dan warga lainnya dalam pengerjaan rabat beton jalan. Kami merasa senang dan bangga dapat membantu meski hanya tenaga. Tenaga yang kami curahkan demi kemajuan kalurahan dan warisan untuk anak cucu kami,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menurut Sertu Pardi, Babinsa Sidorejo dari Koramil 08/Lendah Kodim 0731/Kulon Progo, sasaran fisik utama program TMMD di Kalurahan Sidorejo tersebar di beberapa padukuhan. Di Padukuhan Senden terdapat tiga titik pengerjaan dengan panjang masing-masing 92,5 meter, 246,5 meter, dan 161 meter. Sementara di Padukuhan Jurug sepanjang 600 meter, dan di Padukuhan Karang sepanjang 100 meter. Seluruhnya memiliki spesifikasi lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter.
Dalam pelaksanaannya, Satgas TMMD dan masyarakat bahu-membahu melakukan berbagai tahapan pekerjaan secara bergotong royong. Mulai dari melangsir material pasir, batu kricak, dan semen, memasang begisting, mengaduk campuran beton menggunakan mesin molen, hingga mengangkut adukan dengan angkong, menuangkan, dan meratakan di badan jalan. Tak ada yang berdiam diri; setiap orang berkontribusi sesuai kemampuan, menciptakan suasana kebersamaan yang kental.
Baca juga : Kolaborasi Lintas Sektor Hadirkan Harapan Air di Tengah Ancaman Kekeringan Sukoharjo
Semangat ini semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di lapangan, terlihat harmoni antara prajurit TNI, para emak-emak, dan warga lainnya yang bekerja dengan satu tekad: menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan dengan kualitas terbaik. Bagi warga Sidorejo, rabat beton jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan dan kemajuan yang akan dinikmati generasi mendatang.
Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan lahir dari partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, tanpa pandang usia maupun gender. Di Sidorejo, emak-emak bukan penonton, melainkan pahlawan pembangunan yang sesungguhnya.
Pewarta : Lee Anno

