RI News. Sukoharjo — Sebuah sumur bor baru resmi beroperasi di Dukuh Sidorejo, Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Peresmian yang digelar Selasa (12/6/2026) ini menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak yang menghadirkan kebermanfaatan konkret bagi masyarakat pedesaan menghadapi krisis air bersih.
Acara peresmian diawali dengan tilawah Al-Qur’an dan dihadiri berbagai unsur kolaborator, antara lain Lazis Jateng selaku inisiator utama, Salimah, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sukoharjo, Komunitas KUTUB, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo.
Kepala Desa Alasombo, Suwardi, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar sumur bor ini membawa keberkahan bagi warga. “Sumur ini semoga berkah untuk warga Alasombo. Terima kasih kepada semua kolaborator yang telah membantu mewujudkannya, khususnya untuk Dukuh Sidorejo. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan hingga peresmian hari ini banyak kekurangan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan agar sumur bor ini dapat diperluas manfaatnya ke wilayah sekitar.

Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Lazis Jateng yang telah konsisten menggandeng Salimah dalam berbagai program kebermanfaatan di Kecamatan Weru. “Di Sukoharjo terdapat 12 cabang Salimah di setiap kecamatan. Kami berharap ke depan tidak hanya di Weru, tetapi dapat menyebar dan berkolaborasi lebih luas demi menciptakan kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat Sukoharjo,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi musim kemarau panjang sesuai prediksi BMKG. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kolaborator dan Bapak Kades yang telah menyediakan tanah kas desa sebagai titik pengeboran. Ke depan tidak menutup kemungkinan untuk diperluas,” katanya. Ariyanto juga menyampaikan pesan penting: “Gunakan air secukupnya, hindari pemborosan. Menjaga alam adalah wujud ibadah kita. Dengan menjaga alam, insya Allah alam akan menjaga kita.”
Ketua YBM PLN UP3 Sukoharjo, Fathurrohman Trithadi, memperkenalkan peran lembaganya dan kembali mengingatkan pentingnya penggunaan air secara bijak. “Air memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan. Mari kita gunakan dengan penuh kesadaran,” pesannya.
Baca juga : Lansia “Ngudi Waras” Raih Wisuda Pertama: Bukti Semangat Belajar Tak Kenal Usia
Direktur Eksekutif Lazis Jateng, Ariyanto, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat kolaborasi yang terjalin. “Kolaborasi seperti ini patut diapresiasi karena mampu menciptakan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Kami berharap model kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk program-program kemaslahatan lainnya,” tandasnya.
Pembangunan sumur bor ini merupakan respons langsung terhadap masalah kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut pada musim kemarau. Dengan kehadiran sumur ini, diharapkan kebutuhan air bersih warga Dukuh Sidorejo dan sekitarnya dapat terpenuhi secara lebih andal.
Di penghujung acara, diserahkan sejumlah mushaf Al-Qur’an yang diwakafkan kepada warga setempat. Penyerahan dilakukan oleh Ketua PD Salimah Sukoharjo Titik Haryanti kepada perwakilan takmir masjid.
Inisiatif ini tidak hanya menyelesaikan masalah teknis akses air, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antarlembaga dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Pewarta : Nandar Suyadi

