RI News. Grobogan – Suasana duka yang mendalam menyelimuti Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah sebuah tragedi maut merenggut nyawa empat warga yang sedang mengantar kerabat menunaikan ibadah haji.
Kecelakaan terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di perlintasan rel kereta api sebidang tanpa palang pintu, tepat di perbatasan Dusun Jetis Desa Sidorejo dengan Dusun Sugihan Desa Tuko. Mobil Toyota Avanza bernopol B 1807 KZZ yang ditumpangi delapan orang itu dihantam kereta api secara frontal.
Benturan keras yang tak terhindarkan membuat mobil ringsek parah. Empat orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kasat Lantas Polres Grobogan membenarkan kejadian tersebut. “Benar terjadi laka KA dengan mobil di perlintasan Desa Tuko. Korban meninggal dunia 4 orang, luka-luka 4 orang. Seluruh korban sudah dievakuasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat pagi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Grobogan bersama Polsek Pulokulon. Petugas terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.
Warga setempat mengungkapkan bahwa perlintasan tersebut sering dilalui kendaraan, terutama pada malam hari, meski kondisi penerangan yang minim membuat visibilitas sangat rendah. Jalur ini dikenal sebagai perlintasan liar atau swadaya yang minim fasilitas keselamatan.
Baca juga : Ratusan Umat Katolik Paroki St. Ignatius Danan Gelar Perarakan Arca Bunda Maria yang Khidmat
Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras akan risiko tinggi perlintasan sebidang tanpa palang pintu di berbagai daerah. Hanya dalam hitungan detik, kelengahan dapat berujung pada kehilangan nyawa yang tak tergantikan.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rel kereta api. Berhenti sejenak, tengok ke kanan dan kiri, serta pastikan tidak ada kereta yang mendekat sebelum melanjutkan perjalanan. Keselamatan adalah prioritas utama, terlebih saat membawa rombongan keluarga dalam momen sakral seperti mengantar ke tanah suci.
Pewarta: Nandang Bramantyo


