Skip to content
21/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Diplomasi Drone Ukraina di Timur Tengah: Pertukaran Keamanan yang Menguatkan Ketahanan Energi Kyiv

Diplomasi Drone Ukraina di Timur Tengah: Pertukaran Keamanan yang Menguatkan Ketahanan Energi Kyiv

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 minutes read
Diplomasi Drone Ukraina di Timur Tengah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Kyiv – Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa personel militer Ukraina telah aktif membantu menembak jatuh drone Shahed buatan Iran di beberapa negara Timur Tengah selama konflik baru-baru ini dengan Iran. Operasi ini bukan sekadar latihan, melainkan bagian dari upaya nyata membangun sistem pertahanan udara modern bagi mitra Ukraina, sekaligus memperkuat posisi Kyiv di panggung internasional.

Dalam pernyataan pertamanya yang diumumkan secara publik, Zelenskyy menjelaskan bahwa pasukan Ukraina menggunakan drone pencegat buatan dalam negeri yang telah teruji di medan perang melawan serangan Rusia. “Ini adalah dukungan langsung dalam membangun pertahanan udara yang benar-benar fungsional,” tegasnya. Operasi tersebut dilakukan sebelum tercapainya gencatan senjata sementara antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel minggu ini.

Meski tidak menyebutkan nama negara secara spesifik, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa ratusan ahli Ukraina—sebanyak 228 orang—telah dikerahkan di kawasan tersebut. Keikutsertaan ini menghasilkan imbalan berupa senjata pertahanan udara, pasokan minyak dan solar, serta dukungan keuangan untuk melindungi infrastruktur energi Ukraina yang sering menjadi sasaran serangan Rusia.

Pendekatan ini mencerminkan strategi baru Kyiv yang mengubah keahlian pertahanan drone-nya menjadi aset diplomasi. “Kami membantu memperkuat keamanan mereka, sebagai imbalan atas kontribusi bagi ketahanan negara kami,” ujar Zelenskyy. Ia menambahkan bahwa kerja sama semacam ini “jauh lebih bernilai daripada sekadar bantuan finansial semata” dan akan dipromosikan sebagai bagian dari upaya Ukraina memperluas peran ekspor industri pertahanannya.

Pengungkapan ini muncul di saat kekhawatiran meningkat bahwa konflik di Timur Tengah dapat mengalihkan perhatian dan dukungan militer Barat dari Ukraina. Namun, Zelenskyy menyatakan bahwa pasokan rudal untuk sistem Patriot dari mitra internasional tetap berlanjut, termasuk kedatangan batch baru dalam beberapa hari terakhir.

Zelenskyy memperingatkan bahwa musim semi dan musim panas mendatang akan menjadi periode sulit bagi Ukraina. Tekanan di medan perang semakin besar, sementara Amerika Serikat semakin sibuk dengan dinamika politik domestik menjelang pemilu. Ia mengungkapkan telah mendesak utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk berkunjung ke Kyiv, serta mengusulkan format pertemuan trilateral dengan Moskow. Namun, hingga kini belum jelas apakah kunjungan tersebut akan terealisasi atau pembicaraan akan digelar di negara ketiga.

Baca juga : Diplomasi Rapuh di Islamabad: Upaya AS dan Iran Menyelamatkan Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan Lebanon dan Selat Hormuz

Perundingan yang dipimpin Amerika Serikat sejauh ini belum mencatat kemajuan signifikan pada isu-isu inti, terutama karena perhatian Washington beralih ke Timur Tengah. Sementara itu, garis depan Ukraina-Rusia masih membentang sepanjang sekitar 1.250 kilometer dengan pertempuran yang terus berlangsung.

Secara terpisah, Zelenskyy menekankan pentingnya sanksi penuh terhadap minyak Rusia. Ia memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi berisiko memberi Moskow ruang untuk terus mendanai perangnya. Rusia diketahui mendapat keuntungan dari lonjakan harga energi global akibat gangguan infrastruktur di kawasan Teluk dan pemblokiran Selat Hormuz. Meski ada desakan dari mitra untuk mengurangi serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia selama krisis Hormuz, Zelenskyy berpendapat bahwa dampak minyak Rusia terhadap pasar global relatif terbatas.

Di tengah situasi tersebut, Zelenskyy menyatakan kesiapan Ukraina untuk mengikuti langkah gencatan senjata apa pun. Menanggapi pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin tentang gencatan senjata sementara selama 32 jam pada akhir pekan Paskah Ortodoks, Zelenskyy menulis bahwa Kyiv telah mengusulkan jeda serupa selama libur Paskah dan akan bertindak sesuai dengan itu.

“Rakyat membutuhkan Paskah yang bebas dari ancaman dan langkah nyata menuju perdamaian,” katanya. Putin memerintahkan pasukan Rusia menghentikan permusuhan mulai pukul 16.00 hari Sabtu hingga akhir hari Minggu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut langkah itu sebagai gestur kemanusiaan, meski Moskow tetap berpegang pada tuntutan utamanya untuk penyelesaian komprehensif.

Upaya gencatan senjata sebelumnya kerap gagal karena saling tuduh pelanggaran. Kunjungan utusan Putin, Kirill Dmitriev, ke Amerika Serikat untuk membahas isu ekonomi juga tidak dianggap sebagai tanda dimulainya kembali perundingan perdamaian, terutama menjelang berakhirnya penangguhan sanksi 30 hari terhadap minyak Rusia.

Berita ini menunjukkan bagaimana Ukraina berusaha mengubah tantangan perang menjadi peluang diplomasi yang lebih luas, meski dihadapkan pada ketidakpastian dukungan internasional dan tekanan di medan tempur.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Diplomasi Rapuh di Islamabad: Upaya AS dan Iran Menyelamatkan Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan Lebanon dan Selat Hormuz
Next: Enam Bulan Gencatan Senjata Gaza: Antara Harapan Pudar dan Bayang-Bayang Perang Regional yang Lebih Besar

Related Stories

Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Dandim 0730/Gunungkidul Pimpin Semangat Pancasila bagi Generasi Muda Gunungkidul
  • Bantah Tuduhan Lambat, DPR Izinkan Pembahasan RUU Perampasan Aset Berlanjut di Masa Reses
  • Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman
  • Gubernur NTB Iqbal Terkejut Berat, OTT Bupati Lombok Barat Harus Jadi Pelajaran Akhir
  • Danrem 072/Pamungkas dan Ribuan Jamaah Kobarkan Semangat Persatuan di Harlah Ponpes Ora Aji
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.