Skip to content
30/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Diplomasi Drone Ukraina di Timur Tengah: Pertukaran Keamanan yang Menguatkan Ketahanan Energi Kyiv

Diplomasi Drone Ukraina di Timur Tengah: Pertukaran Keamanan yang Menguatkan Ketahanan Energi Kyiv

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 minutes read
Diplomasi Drone Ukraina di Timur Tengah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Kyiv – Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa personel militer Ukraina telah aktif membantu menembak jatuh drone Shahed buatan Iran di beberapa negara Timur Tengah selama konflik baru-baru ini dengan Iran. Operasi ini bukan sekadar latihan, melainkan bagian dari upaya nyata membangun sistem pertahanan udara modern bagi mitra Ukraina, sekaligus memperkuat posisi Kyiv di panggung internasional.

Dalam pernyataan pertamanya yang diumumkan secara publik, Zelenskyy menjelaskan bahwa pasukan Ukraina menggunakan drone pencegat buatan dalam negeri yang telah teruji di medan perang melawan serangan Rusia. “Ini adalah dukungan langsung dalam membangun pertahanan udara yang benar-benar fungsional,” tegasnya. Operasi tersebut dilakukan sebelum tercapainya gencatan senjata sementara antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel minggu ini.

Meski tidak menyebutkan nama negara secara spesifik, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa ratusan ahli Ukraina—sebanyak 228 orang—telah dikerahkan di kawasan tersebut. Keikutsertaan ini menghasilkan imbalan berupa senjata pertahanan udara, pasokan minyak dan solar, serta dukungan keuangan untuk melindungi infrastruktur energi Ukraina yang sering menjadi sasaran serangan Rusia.

Pendekatan ini mencerminkan strategi baru Kyiv yang mengubah keahlian pertahanan drone-nya menjadi aset diplomasi. “Kami membantu memperkuat keamanan mereka, sebagai imbalan atas kontribusi bagi ketahanan negara kami,” ujar Zelenskyy. Ia menambahkan bahwa kerja sama semacam ini “jauh lebih bernilai daripada sekadar bantuan finansial semata” dan akan dipromosikan sebagai bagian dari upaya Ukraina memperluas peran ekspor industri pertahanannya.

Pengungkapan ini muncul di saat kekhawatiran meningkat bahwa konflik di Timur Tengah dapat mengalihkan perhatian dan dukungan militer Barat dari Ukraina. Namun, Zelenskyy menyatakan bahwa pasokan rudal untuk sistem Patriot dari mitra internasional tetap berlanjut, termasuk kedatangan batch baru dalam beberapa hari terakhir.

Zelenskyy memperingatkan bahwa musim semi dan musim panas mendatang akan menjadi periode sulit bagi Ukraina. Tekanan di medan perang semakin besar, sementara Amerika Serikat semakin sibuk dengan dinamika politik domestik menjelang pemilu. Ia mengungkapkan telah mendesak utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk berkunjung ke Kyiv, serta mengusulkan format pertemuan trilateral dengan Moskow. Namun, hingga kini belum jelas apakah kunjungan tersebut akan terealisasi atau pembicaraan akan digelar di negara ketiga.

Baca juga : Diplomasi Rapuh di Islamabad: Upaya AS dan Iran Menyelamatkan Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan Lebanon dan Selat Hormuz

Perundingan yang dipimpin Amerika Serikat sejauh ini belum mencatat kemajuan signifikan pada isu-isu inti, terutama karena perhatian Washington beralih ke Timur Tengah. Sementara itu, garis depan Ukraina-Rusia masih membentang sepanjang sekitar 1.250 kilometer dengan pertempuran yang terus berlangsung.

Secara terpisah, Zelenskyy menekankan pentingnya sanksi penuh terhadap minyak Rusia. Ia memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi berisiko memberi Moskow ruang untuk terus mendanai perangnya. Rusia diketahui mendapat keuntungan dari lonjakan harga energi global akibat gangguan infrastruktur di kawasan Teluk dan pemblokiran Selat Hormuz. Meski ada desakan dari mitra untuk mengurangi serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia selama krisis Hormuz, Zelenskyy berpendapat bahwa dampak minyak Rusia terhadap pasar global relatif terbatas.

Di tengah situasi tersebut, Zelenskyy menyatakan kesiapan Ukraina untuk mengikuti langkah gencatan senjata apa pun. Menanggapi pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin tentang gencatan senjata sementara selama 32 jam pada akhir pekan Paskah Ortodoks, Zelenskyy menulis bahwa Kyiv telah mengusulkan jeda serupa selama libur Paskah dan akan bertindak sesuai dengan itu.

“Rakyat membutuhkan Paskah yang bebas dari ancaman dan langkah nyata menuju perdamaian,” katanya. Putin memerintahkan pasukan Rusia menghentikan permusuhan mulai pukul 16.00 hari Sabtu hingga akhir hari Minggu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut langkah itu sebagai gestur kemanusiaan, meski Moskow tetap berpegang pada tuntutan utamanya untuk penyelesaian komprehensif.

Upaya gencatan senjata sebelumnya kerap gagal karena saling tuduh pelanggaran. Kunjungan utusan Putin, Kirill Dmitriev, ke Amerika Serikat untuk membahas isu ekonomi juga tidak dianggap sebagai tanda dimulainya kembali perundingan perdamaian, terutama menjelang berakhirnya penangguhan sanksi 30 hari terhadap minyak Rusia.

Berita ini menunjukkan bagaimana Ukraina berusaha mengubah tantangan perang menjadi peluang diplomasi yang lebih luas, meski dihadapkan pada ketidakpastian dukungan internasional dan tekanan di medan tempur.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Diplomasi Rapuh di Islamabad: Upaya AS dan Iran Menyelamatkan Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan Lebanon dan Selat Hormuz
Next: Enam Bulan Gencatan Senjata Gaza: Antara Harapan Pudar dan Bayang-Bayang Perang Regional yang Lebih Besar

Related Stories

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Putin Tingkatkan Eskalasi di Kyiv

Putin Tingkatkan Eskalasi di Kyiv: Strategi Bertahan di Tengah Kebuntuan dan Kelelahan Perang

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 jam ago 0
Trump Tunda Keputusan Perpanjangan Gencatan Senjata Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Trump Tunda Keputusan Perpanjangan Gencatan Senjata Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Panglima TNI Lepas Ribuan Taruna: “Ini Bukan Akhir, Melainkan Gerbang Pengabdian Bangsa”
  • Polsek Hutaimbaru Grebek Sarang Narkoba di Jalan Sudirman, Temukan Bong dan Tempat Konsumsi Sabu
  • Menuju PMI Berkualitas: Bappenas Dorong Penempatan Pekerja Migran ke Sektor Bernilai Tinggi
  • Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025
  • Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.