Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Uncategorized
  • Di Ambang Pemilu, Nepal Terbelah: Panggilan Kembali Monarki vs Harapan Reformasi Republik

Di Ambang Pemilu, Nepal Terbelah: Panggilan Kembali Monarki vs Harapan Reformasi Republik

Virly Posted on 2 bulan ago 3 min read
Panggilan Kembali Monarki vs Harapan Reformasi Republik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kathmandu – Di tengah ketidakpastian politik yang masih membayangi Nepal pasca-gejolak besar September lalu, ratusan pendukung monarki berkumpul secara damai di ibu kota pada hari Minggu (11 Januari 2026). Mereka menuntut pemulihan institusi kerajaan menjelang pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada Maret 2026.

Aksi tersebut menjadi demonstrasi pro-monarki pertama sejak gelombang protes keras kaum muda (Gen Z) empat bulan lalu memaksa pembentukan pemerintahan transisi di bawah kepemimpinan Sushila Karki—perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Nepal. Pemerintahan sementara ini langsung menetapkan jadwal pemilu dini untuk mengakhiri kekosongan kekuasaan dan merespons tuntutan reformasi mendalam.

Peserta unjuk rasa berkumpul di sekitar patung Raja Prithvi Narayan Shah, pendiri dinasti Shah abad ke-18 yang menjadi simbol persatuan Nepal modern. Slogan “Kami mencintai raja kami. Kembalikan raja kami” bergema di udara, mencerminkan nostalgia terhadap era monarki yang dihapuskan pada 2008 setelah gerakan rakyat dan transisi ke republik sekuler.

Seorang demonstran, Samrat Thapa, menyatakan pandangan yang kini semakin sering terdengar di kalangan pendukung kerajaan: “Dalam kondisi saat ini, setelah jalur yang diambil pasca-gerakan Gen Z, satu-satunya alternatif bagi negara ini adalah mengembalikan monarki. Hanya institusi raja yang mampu menstabilkan situasi dan mengatasi krisis berkepanjangan.”

Meski berlangsung aman berkat pengawalan ketat polisi anti huru-hara, aksi ini mengingatkan pada insiden tragis Maret 2025, ketika bentrokan serupa menewaskan dua orang. Hari Minggu kemarin bertepatan dengan peringatan hari lahir Prithvi Narayan Shah, yang secara rutin menjadi momen berkumpulnya pendukung monarki—meski dalam beberapa tahun terakhir sering berujung bentrokan.

Dukungan terhadap keluarga kerajaan, khususnya mantan Raja Gyanendra, ternyata tetap bertahan kuat di segmen masyarakat tertentu, terutama mereka yang merasa kecewa dengan kinerja sistem republik pasca-2008. Banyak yang memandang monarki sebagai simbol stabilitas dan identitas nasional Hindu, di tengah ketidakstabilan politik yang ditandai 14 pergantian pemerintahan dalam kurun waktu kurang dari dua dekade.

Baca juga : Protes Massal di Iran Memasuki Pekan Ketiga: Israel Memilih Sikap Waspada, Bukan Provokasi

Gelombang protes Gen Z pada September 2025—yang dipicu oleh pelarungan sementara media sosial dan tuntutan pemberantasan korupsi, penciptaan lapangan kerja, serta tata kelola yang lebih baik—berhasil menggulingkan pemerintahan sebelumnya. Namun, beberapa bulan setelah terbentuknya pemerintahan transisi di bawah Sushila Karki (mantan Ketua Mahkamah Agung), muncul kritik bahwa langkah penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi berjalan terlalu lambat.

Situasi ini menciptakan ruang bagi narasi alternatif: sebagian kelompok melihat pemulihan monarki sebagai “solusi terakhir” untuk menyatukan negara yang terpecah belah oleh politik partisan dan ketidakpercayaan terhadap elit republik. Di sisi lain, para analis politik menilai wacana ini tetap minoritas dan sulit direalisasikan karena hambatan konstitusional serta mayoritas pendukung republik yang lahir pasca-2008.

Dengan pemilu Maret 2026 semakin dekat, unjuk rasa hari Minggu ini menjadi sinyal awal bahwa isu monarki kemungkinan akan muncul sebagai salah satu variabel tak terduga dalam kontestasi politik mendatang. Apakah nostalgia kerajaan mampu diterjemahkan menjadi kekuatan elektoral, atau hanya menjadi ekspresi kekecewaan sementara, akan teruji dalam dinamika kampanye dan partisipasi pemilih dalam beberapa pekan ke depan.

Nepal kini berada pada persimpangan: antara harapan reformasi dari generasi muda dan panggilan kembali ke masa lalu yang dianggap lebih stabil oleh sebagian masyarakat. Hasil pemilu Maret akan menjadi penentu arah jangka panjang negara Himalaya ini.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Virly

Administrator

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Protes Massal di Iran Memasuki Pekan Ketiga: Israel Memilih Sikap Waspada, Bukan Provokasi
Next: Komite Teknokrat Palestina Mulai Terbentuk di Tengah Ketegangan Pasca-Gencatan Senjata

Related Stories

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa 2023–2025 di Desa Batang Tura
3 min read

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa 2023–2025 di Desa Batang Tura, Sipirok, Tapanuli Selatan: APIP Diminta Segera Audit

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Lanal Yogyakarta Pimpin Aksi Prolasih di Tengah Hujan
2 min read

Cuaca Ekstrem, Kepedulian Ekstra: Lanal Yogyakarta Pimpin Aksi Prolasih di Tengah Hujan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
24 Juta Sambungan Rumah dalam 3 Tahun
3 min read

Besar Air Bersih: 24 Juta Sambungan Rumah dalam 3 Tahun, Jangkau 93 Juta Jiwa

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polres Melawi Gencar Sosialisasikan Peluang Karier Polri 2026 kepada Generasi Muda di Pedalaman Kalbar
  • Kapolres Melawi Turun Langsung ke Ladang: Panen Jagung Hibrida Sukses Meski Cuaca Menantang
  • Silaturahmi Ramadhan: Paguyuban Paseduluran Saklawase Trenggalek Gelar Temu Kangen dan Bukber Hangat di Cafe Ruby
  • Polres Wonogiri Gerebek Transaksi Malam: Pengedar Sabu dan Ratusan Pil Tramadol-Trihexyphenidyl Diamankan
  • Dua Gelombang Mudik Lebaran 1447 H: Tantangan Distribusi Pergerakan dan Urgensi Perencanaan Matang di Jawa Tengah
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.