Skip to content
21/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Uncategorized
  • Di Ambang Pemilu, Nepal Terbelah: Panggilan Kembali Monarki vs Harapan Reformasi Republik

Di Ambang Pemilu, Nepal Terbelah: Panggilan Kembali Monarki vs Harapan Reformasi Republik

Virly Posted on 9 bulan ago 3 minutes read
Panggilan Kembali Monarki vs Harapan Reformasi Republik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kathmandu – Di tengah ketidakpastian politik yang masih membayangi Nepal pasca-gejolak besar September lalu, ratusan pendukung monarki berkumpul secara damai di ibu kota pada hari Minggu (11 Januari 2026). Mereka menuntut pemulihan institusi kerajaan menjelang pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada Maret 2026.

Aksi tersebut menjadi demonstrasi pro-monarki pertama sejak gelombang protes keras kaum muda (Gen Z) empat bulan lalu memaksa pembentukan pemerintahan transisi di bawah kepemimpinan Sushila Karki—perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Nepal. Pemerintahan sementara ini langsung menetapkan jadwal pemilu dini untuk mengakhiri kekosongan kekuasaan dan merespons tuntutan reformasi mendalam.

Peserta unjuk rasa berkumpul di sekitar patung Raja Prithvi Narayan Shah, pendiri dinasti Shah abad ke-18 yang menjadi simbol persatuan Nepal modern. Slogan “Kami mencintai raja kami. Kembalikan raja kami” bergema di udara, mencerminkan nostalgia terhadap era monarki yang dihapuskan pada 2008 setelah gerakan rakyat dan transisi ke republik sekuler.

Seorang demonstran, Samrat Thapa, menyatakan pandangan yang kini semakin sering terdengar di kalangan pendukung kerajaan: “Dalam kondisi saat ini, setelah jalur yang diambil pasca-gerakan Gen Z, satu-satunya alternatif bagi negara ini adalah mengembalikan monarki. Hanya institusi raja yang mampu menstabilkan situasi dan mengatasi krisis berkepanjangan.”

Meski berlangsung aman berkat pengawalan ketat polisi anti huru-hara, aksi ini mengingatkan pada insiden tragis Maret 2025, ketika bentrokan serupa menewaskan dua orang. Hari Minggu kemarin bertepatan dengan peringatan hari lahir Prithvi Narayan Shah, yang secara rutin menjadi momen berkumpulnya pendukung monarki—meski dalam beberapa tahun terakhir sering berujung bentrokan.

Dukungan terhadap keluarga kerajaan, khususnya mantan Raja Gyanendra, ternyata tetap bertahan kuat di segmen masyarakat tertentu, terutama mereka yang merasa kecewa dengan kinerja sistem republik pasca-2008. Banyak yang memandang monarki sebagai simbol stabilitas dan identitas nasional Hindu, di tengah ketidakstabilan politik yang ditandai 14 pergantian pemerintahan dalam kurun waktu kurang dari dua dekade.

Baca juga : Protes Massal di Iran Memasuki Pekan Ketiga: Israel Memilih Sikap Waspada, Bukan Provokasi

Gelombang protes Gen Z pada September 2025—yang dipicu oleh pelarungan sementara media sosial dan tuntutan pemberantasan korupsi, penciptaan lapangan kerja, serta tata kelola yang lebih baik—berhasil menggulingkan pemerintahan sebelumnya. Namun, beberapa bulan setelah terbentuknya pemerintahan transisi di bawah Sushila Karki (mantan Ketua Mahkamah Agung), muncul kritik bahwa langkah penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi berjalan terlalu lambat.

Situasi ini menciptakan ruang bagi narasi alternatif: sebagian kelompok melihat pemulihan monarki sebagai “solusi terakhir” untuk menyatukan negara yang terpecah belah oleh politik partisan dan ketidakpercayaan terhadap elit republik. Di sisi lain, para analis politik menilai wacana ini tetap minoritas dan sulit direalisasikan karena hambatan konstitusional serta mayoritas pendukung republik yang lahir pasca-2008.

Dengan pemilu Maret 2026 semakin dekat, unjuk rasa hari Minggu ini menjadi sinyal awal bahwa isu monarki kemungkinan akan muncul sebagai salah satu variabel tak terduga dalam kontestasi politik mendatang. Apakah nostalgia kerajaan mampu diterjemahkan menjadi kekuatan elektoral, atau hanya menjadi ekspresi kekecewaan sementara, akan teruji dalam dinamika kampanye dan partisipasi pemilih dalam beberapa pekan ke depan.

Nepal kini berada pada persimpangan: antara harapan reformasi dari generasi muda dan panggilan kembali ke masa lalu yang dianggap lebih stabil oleh sebagian masyarakat. Hasil pemilu Maret akan menjadi penentu arah jangka panjang negara Himalaya ini.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Virly

Administrator

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Protes Massal di Iran Memasuki Pekan Ketiga: Israel Memilih Sikap Waspada, Bukan Provokasi
Next: Komite Teknokrat Palestina Mulai Terbentuk di Tengah Ketegangan Pasca-Gencatan Senjata

Related Stories

Patroli Dialogis di Pasar Sayur Nanga Pinoh

Patroli Dialogis di Pasar Sayur Nanga Pinoh: Polisi Hadir Menyapa, Mendengar, dan Menjaga Rasa Aman Pedagang

Virly Posted on 1 minggu ago 0
Analisis Situasi dan Advokasi Masyarakat

Mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo Terjun ke Desa untuk Intervensi Pencegahan TBC: Analisis Situasi dan Advokasi Masyarakat

Virly Posted on 3 minggu ago 0
KSPPS TAM Syariah Kediri Klaim Tidak Ada Penahanan Ijazah

KSPPS TAM Syariah Kediri Klaim Tidak Ada Penahanan Ijazah: Klarifikasi Lengkap soal Isu Pengunduran Karyawan TR

Virly Posted on 3 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Napas Sehat di Tengah Kabut Asap: GTI Bagikan Masker Gratis di Jantung Kota Manado
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan
  • Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem
  • Kapolres Melawi Minta Maaf, Janjikan Proses Hukum Transparan atas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota
  • Dari Ladang Kerangan, Polisi Ikut Menuai 2 Ton Jagung Hibrida untuk Menjaga Lumbung Pangan Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by