RI News. Banyuwangi, 1 Agustus 2026 — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Desa Wisata Kemiren di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini memperoleh pendampingan khusus dari Kementerian Pariwisata untuk meraih predikat Best Tourism Village dari United Nations Tourism. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi desa adat Osing sebagai destinasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa mengorbankan jati diri budayanya.
Sebelumnya, Desa Kemiren telah masuk dalam Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 yang diluncurkan UN Tourism. Program tersebut menilai desa ini memiliki potensi kuat untuk meningkatkan tata kelola kepariwisataan agar memenuhi standar internasional. Pendampingan khusus yang diberikan diharapkan mempercepat proses penyesuaian tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang terus memberikan pendampingan Desa Wisata Adat Osing Kemiren,” ujar Bupati Ipuk di Banyuwangi, Sabtu. Ia menekankan bahwa kekuatan utama desa ini terletak pada budaya dan tradisi Osing yang sangat khas, termasuk praktik kehidupan sehari-hari yang masih dilestarikan secara utuh oleh warga.
Prestasi Desa Kemiren juga diperkuat dengan keberhasilan meraih International The 5th ASEAN Homestay Award pada Asean Tourism Award 2025. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan homestay berbasis komunitas di desa ini telah diakui di tingkat regional. Bupati Ipuk berharap pendampingan Kementerian Pariwisata akan semakin mematangkan kesiapan desa dalam menerima wisatawan mancanegara.
“Kami berharap melalui pendampingan Kementerian Pariwisata, Desa Kemiren semakin siap menerima wisatawan dari berbagai negara, tanpa kehilangan jati diri dan karakter budaya Osing yang selama ini menjadi daya tariknya,” kata Ipuk.
Baca juga: Apkasi Dorong Reformulasi DBH SDA Berbasis Produksi untuk Perkuat Kapasitas Fiskal Daerah Penghasil
Pada pekan lalu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi dan menyempatkan diri meninjau langsung Desa Wisata Kemiren. Menteri Widiyanti menyusuri gang-gang desa, berinteraksi dengan warga, serta menilai kreativitas masyarakat dalam mempertahankan tradisi mereka. Dalam kesempatan itu, ia juga mengunjungi Sanggar Genjah Arum. Di sanggar tersebut, Menpar menikmati minuman dan kuliner tradisional, menjajal proses menyangrai kopi secara tradisional menggunakan tungku dan penggorengan tanah liat, serta ikut memasak kue cucur bersama warga.
Kunjungan tersebut memperkuat keyakinan bahwa Desa Kemiren memiliki fondasi budaya yang kokoh. Melalui pendampingan intensif yang sedang berjalan, diharapkan desa adat Osing ini tidak hanya mampu mempertahankan keasliannya, tetapi juga mampu memenuhi kriteria tata kelola destinasi wisata kelas dunia.
Pewarta: Marco Kawulus
Tagline: #DesaWisataKemiren, #BudayaOsing, #BestTourismVillage, #Banyuwangi, #PariwisataBerkelanjutan,

