RI News. Wonosobo, 3 Juli 2026 — Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., selaku Komandan Korem 072/Pamungkas, melaksanakan kunjungan kerja langsung ke Marshaling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP 443) Satria Rakai Pikatan di Kecamatan Bejen, Kabupaten Wonosobo, Kamis (2/7/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan operasional satuan sekaligus memberikan dorongan moril kepada seluruh prajurit di tengah proses pembangunan batalyon yang tengah berlangsung.
Sesampainya di lokasi, Danrem beserta rombongan disambut hangat oleh Wakil Komandan Yon TP 443 Satria Rakai Pikatan, Kapten Inf Andreansyah, S.T., Han., beserta seluruh jajaran perwira dan prajurit. Dalam peninjauan mendalam, Brigjen Yuniar Dwi Hantono memeriksa berbagai fasilitas pangkalan, sarana prasarana latihan, hingga kesiapan personel dalam mendukung tugas pokok komando atas, khususnya di bidang teritorial dan pembangunan wilayah.
Dalam pengarahan yang disampaikannya (Jam Komandan), Danrem menegaskan bahwa Yonif TP 443/Satria Rakai Pikatan merupakan bagian integral dari keluarga besar Korem 072/Pamungkas yang membawahi 10 Kodim di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Eks-Karesidenan Kedu.

“Sebagai pimpinan, saya memiliki kewajiban dan tanggung jawab penuh untuk meninjau serta memastikan kondisi prajurit di Yonif TP 443 ini, sekaligus memberikan dorongan moril di tengah proses pembangunan batalyon yang sedang berjalan,” ujar Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.
Lebih lanjut, Danrem menjelaskan makna filosofis di balik nama Satria Rakai Pikatan yang merujuk pada tokoh sejarah abad ke-6 yang berhasil menyatukan Kerajaan Buddha Dinasti Syailendra dan Kerajaan Hindu Dinasti Sanjaya. “Kata ‘Pikatan’ memiliki makna mengikat atau menyatukan. Oleh karena itu, kalian sebagai prajurit Satria Rakai Pikatan harus mampu menjadi motor pemersatu bangsa, khususnya dalam mengikat sinergi dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat Kabupaten Temanggung,” tegasnya.
Danrem juga menyebut pangkalan di Desa Selosabrang sebagai ‘Miniatur Indonesia’ karena keberagaman prajurit yang berasal dari berbagai suku dan daerah di seluruh tanah air. Ia mengingatkan seluruh prajurit untuk senantiasa menjaga kehormatan diri dan keluarga dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta menanamkan rasa syukur atas profesi yang telah diraih.
Baca juga : TMMD Reguler Ke-129: TNI Perkuat Sinergi dengan Masyarakat untuk Pembangunan Merata
“TANAMKAN rasa syukur yang mendalam di dalam hati. Ingat, di luar sana masih banyak rekan-rekan kalian yang berjuang dan bermimpi ingin menjadi tentara namun belum mendapatkan kesempatan. Saat ini, negara telah menjamin kesejahteraan kalian dengan penghasilan yang layak,” pesan Danrem.
Ia pun mengajak prajurit untuk selalu mengingat perjuangan orang tua dan menjadikan mereka sebagai motivasi dalam setiap tindakan. Menutup arahannya, Danrem menekankan jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. “Jangan pernah menyakiti hati rakyat. TNI lahir dari rakyat, maka kita wajib melindungi dan membantu mereka. Kalian harus menjadi ‘Satria Petarung’ yang tangguh, tabah menghadapi segala dinamika tugas, dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan makan malam bersama dan pelaksanaan sholat berjamaah antara Danrem beserta rombongan dengan seluruh unsur perwira dan prajurit Yon TP 443 Satria Rakai Pikatan.
Pewarta : Lee Anno
Tagline: #TNI Teritorial, #PemersatuBangsa, #Korem072Pamungkas, #YonTP443, #SatriaRakaiPikatan, #Wonosobo, #PembangunanWilayah, #JamKomandan,

