RI News. Jembrana, Bali – Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kehidupan keagamaan umat Hindu melalui program inovatif yang sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memulai rintisan layanan bus gratis khusus bagi warga yang akan melaksanakan upacara persembahyangan ke pura-pura di luar wilayah kabupaten.
Layanan ini difokuskan pada perjalanan menuju dua pura utama umat Hindu Bali, yaitu Pura Besakih di Karangasem dan Pura Ulun Danu Batur di Bangli. Dengan menyediakan dua unit bus pada tahap awal, program ini diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi para pemedek yang biasanya harus menempuh jarak jauh dengan kendaraan pribadi.
Menurut Bupati I Made Kembang Hartawan, inisiatif ini sepenuhnya dibiayai dari dana pribadinya pada masa uji coba. Pendekatan serupa pernah diterapkan dalam dua program sebelumnya yang kini menjadi layanan resmi pemerintah daerah: rumah singgah gratis bagi keluarga pasien di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, serta layanan antar-jemput pasien rawat jalan menggunakan mobil pribadi yang kemudian dikembangkan menjadi armada khusus Pemkab Jembrana.

“Tujuan utamanya adalah meringankan beban ekonomi warga akibat kenaikan biaya transportasi, sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan raya,” ujar Bupati saat menjelaskan latar belakang program tersebut. Perjalanan jauh menuju pura sering kali menyebabkan kelelahan bagi pengendara, yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan. Dengan bus terkoordinasi, warga dapat berangkat bersama-sama dalam suasana lebih tertib, mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pura, dan memungkinkan mereka fokus sepenuhnya pada pelaksanaan ritual keagamaan.
Program ini juga mencerminkan upaya holistik pemerintah daerah dalam memadukan aspek spiritual, ekonomi, dan keselamatan publik. Biaya transportasi yang selama ini menjadi beban tambahan bagi krama Jembrana diharapkan dapat berkurang secara signifikan, terutama bagi keluarga yang rutin melaksanakan karya agung atau upacara besar di pura-pura tersebut.
Keberlanjutan program bergantung pada respons masyarakat selama masa percobaan. Jika antusiasme tinggi dan manfaatnya dirasakan luas, Bupati berencana mengusulkan agar layanan bus gratis ini menjadi program tetap dengan dukungan anggaran daerah. Evaluasi mendalam akan dilakukan, termasuk penyesuaian jadwal, rute, serta perluasan kapasitas jika diperlukan.
Baca juga : Pasca Banjir di Desa Lemeu: Keluhan Warga atas Penyaluran Bantuan yang Dianggap Tidak Adil
Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana kepemimpinan daerah dapat menciptakan solusi berbasis kebutuhan nyata warga, di mana pelayanan publik tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga menyentuh dimensi keagamaan dan kesejahteraan sosial. Bagi umat Hindu di Jembrana, program bus gratis ini diharapkan dapat memperkuat akses spiritual tanpa harus mengorbankan keselamatan dan kenyamanan.
Pada tahap awal, layanan ini akan melayani keberangkatan untuk upacara Karya Agung di Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur. Warga yang berminat diimbau memanfaatkan fasilitas ini secara tertib, mengingat slot yang masih terbatas pada periode uji coba.
Dengan semangat “harmoni” yang menjadi visi kepemimpinannya, Bupati Kembang Hartawan berharap program ini tidak hanya menjadi bantuan sementara, melainkan fondasi bagi pelayanan keagamaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Jembrana.
Pewarta : Vie

