Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Banjir Bandang Tabagsel: Pola Berulang yang Mengancam Nyawa dan Menghidupkan Degradasi Lingkungan

Banjir Bandang Tabagsel: Pola Berulang yang Mengancam Nyawa dan Menghidupkan Degradasi Lingkungan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Pola Berulang yang Mengancam Nyawa dan Menghidupkan Degradasi Lingkungan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Tapanuli Bagian Selatan, 26 November 2025 – Hujan lebat yang terus menerus sejak pertengahan November kembali memicu bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Sumatera Utara. Kejadian yang berulang setiap musim penghujan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai “bencana alam murni”, melainkan sebagai konsekuensi sistemik dari kerusakan ekosistem yang telah berlangsung puluhan tahun.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat, sejak 20–25 November 2025, banjir bandang dan longsor melanda sedikitnya 18 kecamatan di lima kabupaten/kota di Tabagsel: Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan. Titik-titik kritis meliputi Kecamatan Batang Toru, Batang Angkola, Sayurmatinggi, Muara Batang Toru, Sipirok, hingga Singkuang dan Panyabungan. Korban jiwa sementara tercatat 8 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, dan puluhan lainnya luka berat. Ribuan rumah terendam, ratusan hektare sawah dan kebun rusak, serta akses jalan lintas Sumatera sempat lumpuh total di beberapa ruas.

Para ahli hidrologi dan kehutanan yang diwawancarai secara terpisah menegaskan bahwa intensitas kerusakan tahun ini jauh lebih parah dibandingkan dekade sebelumnya. Dr. Ir. Budi Santoso, M.Sc., peneliti senior dari Pusat Studi Bencana Universitas Andalas, menyatakan bahwa konversi hutan primer di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru dan Batang Gadis telah mencapai 68% sejak tahun 2000 hingga 2024. “Kehilangan fungsi serap air pada lahan-lahan kritis di atas 25% kemiringan menyebabkan runoff surface meningkat hingga tiga kali lipat. Ketika curah hujan melebihi 150 mm/hari, banjir bandang menjadi inevitabel,” ujarnya.

Sementara itu, citra satelit Landsat 9 yang diolah oleh tim peneliti independen menunjukkan bahwa sepanjang 2023–2025 terjadi perluasan perkebunan monokultur sawit ilegal seluas lebih dari 14.000 hektare di kawasan register 41 Batang Toru dan register 43 Angkola. Sebagian besar pembukaan lahan tersebut berada di luar konsesi resmi dan tanpa dilengkapi dokumen Amdal maupun UKL-UPL yang memadai. Praktik ilegal logging juga masih marak di kawasan hutan lindung Gunung Lubis–Gunung Baringin yang menjadi penyangga utama antara dua Kecamatan di Tapsel

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Utara, Drs. H. Syamsul Qomar, M.AP., yang turun langsung ke lokasi pengungsian di Kecamatan Batang Angkola, mengakui adanya kelemahan pengawasan lintas sektor. “Kami menemukan banyak izin lokasi dan izin usaha perkebunan yang tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung. Koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, dan KPH Wilayah III Sumut masih sangat lemah,” katanya. Ia menjanjikan akan menggelar rapat dengar pendapat khusus pada awal Desember 2025 untuk mengevaluasi kembali seluruh izin yang bermasalah.

Di tingkat masyarakat, rasa trauma semakin mendalam. Seorang warga Desa Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Siti Aminah (47), mengaku sudah lima kali mengungsi sejak tahun 2016. “Setiap November kami seperti menunggu mati. Rumah, sawah, ternak, semua habis. Anak-anak sudah tidak mau lagi sekolah kalau mendengar petir,” tuturnya dengan suara bergetar.

Baca juga : Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di Subulussalam: Hujan Deras Tak Padamkan Semangat Pendidik

Para akademisi dan aktivis lingkungan sepakat bahwa solusi jangka pendek berupa bantuan darurat saja tidak akan pernah cukup. Rekomendasi yang terus disuarakan adalah:

  1. Moratorium total pembukaan lahan baru di seluruh kawasan hulu DAS Batang Toru dan Batang Gadis minimal 10 tahun ke depan.
  2. Rehabilitasi hutan dan lahan kritis seluas minimal 50.000 hektare melalui program agroforestry berbasis masyarakat.
  3. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku illegal logging dan konversi lahan tanpa izi, termasuk pencabutan izin perusahaan yang terbukti melanggar.
  4. Penyusunan peta rawan bencana berbasis LiDAR dan pemetaan partisipatif untuk relokasi permanen pemukiman di bantaran sungai.

Hingga pukul 19.00 WIB, 26 November 2025, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terus mengguyur wilayah Tabagsel. Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Aek Godang memperkirakan pola hujan ekstrem akan berlangsung hingga akhir Desember 2025. Peringatan dini banjir bandang dan longsor masih berstatus SIAGA di seluruh kabupaten/kota di Tabagsel.

Bencana yang berulang setiap tahun ini bukan lagi sekadar catatan musiman. Ia adalah cermin kegagalan pengelolaan lingkungan yang sistematis dan berlarut-larut. Tanpa perubahan mendasar pada tata kelola hutan dan lahan, Tabagsel akan terus menghadapi siklus kesedihan yang sama setiap musim hujan tiba.

Pewarta : Adi Tanjoeng

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di Subulussalam: Hujan Deras Tak Padamkan Semangat Pendidik
Next: Kecelakaan Tunggal di Wonogiri: Dugaan Serangan Jantung Jadi Penyebab Utama Kematian Pengendara Sepeda Motor

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.