RI News. Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, kembali menegaskan komitmen pemulihan ekonomi pascabencana dengan menyalurkan bantuan usaha langsung kepada 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu. Penyaluran dilakukan di rumah dinas bupati di Kota Pariaman, Selasa.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan, langkah ini bukan sekadar bantuan material, melainkan pesan kuat agar semangat berusaha tidak padam. “Kami ingin para pelaku UMKM tetap bangkit, terus berusaha dan tidak kehilangan semangat,” kata Bupati saat menyerahkan bantuan tersebut.
Menurutnya, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus diperkuat, terutama di masa pemulihan pascabencana. Pemerintah kabupaten, kata John Kenedy Azis, akan terus memberikan bantuan, dukungan, dan pendampingan agar UMKM segera kembali produktif. Meski bantuan tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami korban, ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang baru tertimpa musibah sangatlah penting.

Bantuan kali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Padang Pariaman. Setiap penerima mendapatkan kompor gas lengkap dengan tabung gas, minyak goreng 5 liter, tepung terigu 5 kilogram, serta uang tunai Rp250 ribu untuk modal operasional usaha.
Sebelumnya, Pemkab Padang Pariaman juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta dari Komisi VII DPR RI dan mitra kerjanya bagi pelaku UMKM terdampak bencana serupa. Penyaluran terbaru ini menjadi tindak lanjut asesmen yang dilakukan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM setempat.
Baca juga : Banjir Bandang Melanda Batang Mangkisi, Petani di Lareh Sago Halaban Panen Raya Pupus Mendekati Lebaran
Kepala Dinas Hendri Satria menjelaskan, pada 8 Januari 2026 pihaknya telah melakukan validasi dan verifikasi langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha agar dapat kembali berproduksi. Dari proses itu, tercatat total 605 UMKM terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025. Sebanyak 424 di antaranya bergerak di sektor perdagangan dan kuliner, 122 di sektor peternakan, sekitar 20 di perikanan, serta sisanya tersebar di ekonomi kreatif dan industri kecil.
Dengan bantuan ini, pemerintah berharap para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bangkit lebih kuat, sehingga roda perekonomian daerah dapat segera berputar kembali pasca musibah.
Pewarta : Mayang Sari

