Skip to content
28/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Badai Sempurna di Selat Hormuz: Mengapa Ekonomi India yang Sedang Menanjak Kini Terancam Ambruk

Badai Sempurna di Selat Hormuz: Mengapa Ekonomi India yang Sedang Menanjak Kini Terancam Ambruk

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 minutes read
Badai Sempurna di Selat Hormuz
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Beberapa pekan lalu, India tampak berada di puncak keberuntungan ekonominya. Negara ini menjadi salah satu raksasa ekonomi yang tumbuh paling pesat, meninggalkan China jauh di belakang. India telah melompati Inggris sebagai ekonomi terbesar kelima dunia dan tinggal selangkah lagi menggeser Jepang dari posisi keempat. Di tengah gejolak global—perang Ukraina, perang dagang Amerika, dan ketidakpastian lainnya—India dianggap sebagai tempat berlindung yang aman berkat tenaga kerja terampil, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta cadangan devisa yang kokoh.

Namun, keunggulan yang selama ini kurang disorot kini berbalik menjadi beban berat: hubungan dagang dan ketenagakerjaan India yang sangat erat dengan negara-negara Teluk Persia. Perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah menciptakan badai sempurna yang menggoyang fondasi perekonomian India dari berbagai arah sekaligus.

Timur Tengah menyumbang hampir 40 persen impor minyak dan 80 persen impor gas India. Ketika harga energi melambung tinggi akibat konflik, gelombang kenaikan biaya ini menyebar ke seluruh lapisan ekonomi. Pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang selama ini terkendali kini berada di ambang bahaya. Pasar ekspor India ke kawasan Teluk—yang menjadi salah satu tumpuan utama—juga terancam. Gangguan rute penerbangan, pelayaran, dan operasi bisnis di pusat-pusat seperti Dubai bisa memutus rantai distribusi global barang-barang India.

Lebih dari itu, India adalah penerima remitansi terbesar di dunia. Sekitar 40 persen dari aliran uang pekerja migran berasal dari Timur Tengah. Setiap penurunan pendapatan para pekerja ini langsung berdampak pada nilai rupee yang sudah mulai melemah. Analis di Goldman Sachs pekan lalu menyatakan bahwa India kini menghadapi kombinasi pertumbuhan lebih lambat, inflasi lebih tinggi, dan mata uang yang semakin rapuh. Pasar saham India pun sudah merosot sekitar 10 persen dalam sebulan terakhir.

Sejak krisis minyak 1970-an, India sangat bergantung pada pasokan melalui Selat Hormuz—jalur sempit yang mengangkut seperlima minyak dunia. Gangguan berkepanjangan di selat ini berpotensi menghancurkan neraca keuangan India. Kekurangan gas memasak sudah terasa di rumah tangga. Pemerintah memang bisa menahan harga bahan bakar dengan memangkas pajak atau menambah subsidi, tetapi langkah tersebut hanya akan menambah beban fiskal jangka panjang.

Perdana Menteri Narendra Modi diperkirakan akan berusaha keras menjaga stabilitas harga menjelang pemilihan negara bagian April mendatang. Pemerintahnya sudah bergerak cepat: mendapatkan izin Amerika untuk membeli minyak Rusia yang terdampar, serta bernegosiasi dengan Iran agar dua kapal tanker gas bisa lolos dengan aman. Namun, ketika harga minyak dunia melampaui 100 dolar per barel, tekanan terhadap India yang mengimpor 90 persen minyak mentahnya akan semakin tak tertahankan.

Baca juga : Drone Murah Ukraina Mengubah Matematika Pertahanan Udara: Dari Medan Perang ke Diplomasi Global

Sebuah catatan riset dari bank Australia ANZ menyebutkan bahwa meski India mulai dari posisi kuat dengan pertumbuhan tinggi dan inflasi rendah, “kemampuannya menghadapi guncangan energi yang berkepanjangan akan benar-benar diuji”. Baik perusahaan minyak, pemerintah, maupun rumah tangga India dinilai tidak memiliki cadangan keuangan yang cukup kuat untuk bertahan lama.

Ekonom Rathin Roy dari Universitas GITAM di Hyderabad menegaskan bahwa India harus mengawasi neraca pembayarannya dengan ekstra hati-hati. Impor menjadi lebih mahal persis saat ekspor terganggu. Cadangan devisa yang saat ini masih kuat bisa menyusut hingga separuh dalam waktu satu tahun saja.

Ironisnya, baru empat hari sebelum perang pecah, India dan negara-negara Teluk Arab merayakan kesepakatan perdagangan bebas. India mengekspor beragam barang mulai dari elektronik, tekstil, permata, beras basmati, hingga bahan bakar olahan. Separuh dari ekspor senilai 50 miliar dolar ke Uni Emirat Arab bahkan disalurkan lagi ke Pakistan, Afghanistan, dan Afrika. Sekitar 10 juta warga India tinggal dan bekerja di enam negara Teluk. Hubungan kedua kawasan ini begitu dalam hingga seorang diplomat senior India, Talmiz Ahmad, menyebut bahwa “hampir setiap proyek di Teluk menyisakan jejak tangan India”.

Seorang buruh bereaksi saat ia mengangkut gerobak penuh karung di pasar grosir di kawasan kota tua Delhi, India.

Dari ujung spektrum ekonomi, cerita ini juga menyentuh manusia. Taipan Mukesh Ambani membeli vila mewah di Palm Jumeirah Dubai dengan harga rekor. Di sisi lain, jutaan buruh migran India hidup jauh dari keluarga selama bertahun-tahun, mengirim pulang 50 hingga 70 persen penghasilannya. Tahun lalu, remitansi India mencapai hampir 130 miliar dolar—hampir setara dengan pengeluaran impor minyak negara itu.

Seorang pekerja konstruksi India di Qatar menceritakan pengalamannya dengan suara bergetar. Ia mendengar ledakan dan melihat kamp-kamp buruh di dekatnya terbakar akibat rudal. Namun, kekhawatirannya yang terbesar bukan keselamatan diri, melainkan keluarganya di Uttar Pradesh yang bergantung pada kiriman uangnya. “Kami hanya ingin perang ini segera berakhir agar pekerjaan bisa kembali normal,” katanya. Ia bahkan sempat memikirkan pulang kampung, tapi takut tidak akan pernah dipekerjakan lagi.

Krisis ini mengingatkan kita bahwa di era ketergantungan global, keberhasilan satu negara bisa rapuh dalam sekejap. India yang semula dianggap “cerita sukses” kini menghadapi ujian terberat: apakah momentum emasnya akan bertahan, atau justru tenggelam dalam badai yang berasal dari Selat Hormuz?

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Drone Murah Ukraina Mengubah Matematika Pertahanan Udara: Dari Medan Perang ke Diplomasi Global
Next: Super Mario Aji Bangkit di Tanah Legendaris: Poin Perdana Musim Ini Datang dari Brasil

Related Stories

Rubio Yakinkan Negara Teluk

Rubio Yakinkan Negara Teluk: AS Tetap Solid Dukung Kawasan di Tengah Negosiasi Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Rusia Kerahkan Perisai Udara ke Moskow dan Kediaman Putin

Rusia Kerahkan Perisai Udara ke Moskow dan Kediaman Putin, Ukraina Terus Gempur Kilang Minyak Jauh di Dalam Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Gencatan Senjata Rapuh: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Drama Sundulan Akhir: Kroasia Bangkit di Menit Krusial dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
  • Adab Tinggi Kapolres Melawi: Menunduk, Mencium Tangan, dan Memeluk Sesepuh di Tengah Tugas Kepemimpinan
  • Integrasi Mega Hub Transportasi Jakarta: Jembatan Donat Dukuh Atas Siap Hubungkan Enam Moda Kereta
  • Harga Pertalite di Lampung Barat Melonjak hingga Rp14.000 per Liter: Subsidi Rakyat Disalahgunakan?
  • Ayah Berperan Sentral: Wamendukbangga Dorong Penguatan Pengasuhan Keluarga Cegah Stunting di Papua
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.