RI News Portal. Melawi — Sebuah rumah milik warga di Dusun Mungguk Beruta, RT/RW 004/002, Desa Durian Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, hangus dilalap api pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan pemukiman pedalaman terhadap bahaya kebakaran akibat penggunaan alat masak tradisional.
Personel Polsek Kota Baru segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi mata. Dari hasil pengumpulan informasi awal, kobaran api diketahui bermula dari area dapur rumah tersebut.
Seorang tetangga korban menceritakan bahwa ia pertama kali melihat asap mengepul tebal dari bagian belakang rumah, disusul kobaran api yang dengan cepat membesar. Ia segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Tak lama, puluhan warga berbondong-bondong datang dengan membawa ember, selang air, dan peralatan seadanya untuk memadamkan api. Namun, upaya tersebut tidak mampu menahan laju api yang telah merambat ke seluruh bagian bangunan.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa penyebab kebakaran sangat mungkin berasal dari sisa api pada tungku kayu yang digunakan korban untuk memasak sebelumnya. Api yang belum benar-benar padam diduga menyala kembali dan menjalar ke bahan-bahan mudah terbakar di sekitar dapur, seperti kayu bakar dan perabot rumah tangga.
Kapolsek Kota Baru, Iptu Edi Herianto, mengonfirmasi bahwa dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Saat ini tim kami masih mendalami penyebab pasti dan mengumpulkan bukti lebih lanjut,” ujarnya.
Baca juga : Pengawasan Ketat Wasops Tingkatkan Kualitas Operasi Keselamatan Kapuas di Wilayah Melawi
Ia menambahkan, pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih mengandalkan tungku kayu sebagai alat memasak utama, untuk selalu memastikan api benar-benar padam setelah selesai digunakan. “Jangan tinggalkan tungku dalam keadaan masih berbara, meski hanya sebentar. Kewaspadaan sederhana seperti ini bisa mencegah kerugian yang lebih besar,” tegas Iptu Edi Herianto.
Peristiwa kebakaran rumah akibat kelalaian tungku kayu bukanlah hal baru di daerah pedalaman Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Melawi. Minimnya akses terhadap alat pemadam kebakaran modern dan jarak yang jauh dari pos damkar sering kali membuat warga hanya mengandalkan gotong royong dengan peralatan seadanya. Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya edukasi keselamatan kebakaran di tingkat masyarakat serta dukungan fasilitas pencegahan yang lebih memadai di wilayah terpencil.
Pewarta: Lisa Susanti

