RI News, Trenggalek, Selasa 27 Oktober 2026 – Nasionalisme tidak berhenti pada hafalan simbol negara. Pesan itu mengemuka saat Dewan Kebudayaan dan Adat Trenggalek (KADANG DEKAT) hadir dalam seminar yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek, Selasa (27/10/2026). Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan kesadaran bela negara, dan menegaskan peran masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam seminar itu, KADANG DEKAT menyampaikan bahwa menjaga nasionalisme menuntut lebih dari sekadar pemahaman terhadap lambang-lambang kenegaraan. Menurut mereka, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan kesadaran merawat budaya, memahami sejarah bangsa, dan menumbuhkan kebanggaan atas warisan leluhur.

KADANG DEKAT mengingatkan adanya pola yang kerap luput disadari. “Untuk melemahkan nasionalisme suatu bangsa, salah satu jalannya adalah memutus hubungan generasi mudanya dengan budaya, sejarah, serta kebanggaan terhadap bangsa dan nenek moyangnya. Ketika akar budaya dan sejarah dilupakan, identitas dan rasa memiliki terhadap bangsa juga dapat melemah,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Dari sudut pandang itu, pelestarian budaya dan sejarah dipahami bukan sebagai upaya mempertahankan tradisi masa lalu semata. Kegiatan tersebut dipandang sebagai bagian penting dari strategi pembangunan karakter bangsa sekaligus penguatan ketahanan nasional.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan dan adat, KADANG DEKAT menyatakan komitmennya untuk terus merajut kembali hubungan antargenerasi. Langkah yang ditempuh mencakup pelestarian tradisi, pengenalan sejarah lokal, penguatan nilai-nilai luhur, serta pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Nilai-nilai yang lahir dari kebudayaan, seperti gotong royong, penghormatan kepada sesama, toleransi, tanggung jawab, dan kebersamaan, dinilai selaras dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Keduanya menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Konsep bela negara pun dimaknai secara lebih luas oleh KADANG DEKAT. Bela negara tidak hanya diwujudkan lewat pertahanan fisik, tetapi juga melalui kesediaan setiap warga menjaga identitas bangsa, merawat warisan budaya, menghormati sejarah, dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
Melalui keikutsertaannya dalam seminar ini, KADANG DEKAT berharap sinergi antara pemerintah, komunitas kebudayaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi itu diharapkan mampu membangun nasionalisme yang berakar pada jati diri bangsa.
Dengan semangat “Dari Trenggalek untuk Indonesia”, KADANG DEKAT menyatakan akan terus mengambil bagian dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah. Kebudayaan tersebut diposisikan sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan, memperkuat karakter bangsa, dan mewujudkan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Sugeng
Tagline: #KADANGDEKAT, #Trenggalek, #BelaNegara, #WawasanKebangsaan, #Nasionalisme, #BudayaDanAdat, #Kesbangpol, #DariTrenggalekUntukIndonesia,

