RI News.Jakarta, 1 Oktober 2026 — Sebuah foto jadul berwarna pudar kini kembali viral di kalangan netizen yang sedang merenungkan sejarah. Gambar itu memperlihatkan Ir. Soekarno, sang Proklamator, tampak sangat kurus dan sakit parah saat berada dalam tahanan rumah ketat di Wisma Yaso, Jakarta. Foto tersebut diambil diam-diam oleh putra bunganya, Guruh Soekarnoputra, menggunakan kamera saku yang diselundupkan saat momen bersejarah tanggal 6 Juni 1970, tepat hari ulang tahun Bung Karno yang ke-69.
Kondisi Wisma Yaso saat itu dijaga ketat oleh Corps Polisi Militer (CPM). Guruh bersama kakaknya, Rachmawati Soekarnoputri, mendapat izin khusus untuk menjenguk ayah mereka. Saat petugas lengah, Guruh langsung mengambil gambar dengan kamera saku kecil yang ia sembunyikan di saku celananya. “Saat petugas lengah, saya langsung jepret. Hanya sempat dua kali,” ungkap Guruh dalam wawancara-wawancaranya yang terkenal.

Foto itu awalnya hanya menjadi arsip keluarga. Namun, melalui teman Rachmawati, gambar tersebut kemudian bocor ke kantor berita internasional Associated Press dan dimuat di koran Sinar Harapan. Hasilnya, foto itu menyebar ke seluruh dunia dan memukau publik dengan kondisi memprihatinkan Sang Proklamator di akhir hayatnya. Kemarahan rezim Orde Baru pun meledak. Guruh dan Rachmawati langsung dijemput dan diinterogasi berjam-jam di Markas CPM, Jalan Guntur. Saat dicecar soal motif pengambilan foto, Guruh menjawab tegas: “Itu kan hak saya, wong saya anaknya.”
Baca juga : Penandaan Dana Otsus Papua Tengah Jadi Kunci Transparansi Pembangunan, Sumule Tegaskan
Tepat 15 hari setelah foto itu diambil, tepatnya 21 Juni 1970, Bung Karno wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Gambar terakhir dari Wisma Yaso kini menjadi salah satu dokumentasi visual paling emosional dalam sejarah modern Indonesia.
Pewarta: Vitalis No
Tagline: #KameraSakuRahasia, #GuruhSoekarnoputraPahlawan, #BungKarnoyangTerlupakan, #OrdeBaruDitantang, #SejarahIndonesia, #HakAnakBungKarno, #DokumentasiEmosional, #PemberontakanDiam-diam,
