RI News, Lebak, 28 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, tampak sangat optimis bahwa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi mesin penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana menyatakan program strategis nasional ini telah dirancang khusus untuk mengatasi kemiskinan yang masih menggerogoti nelayan selatan Lebak, terutama akibat cuaca buruk yang kerap membuat mereka tidak melaut. Program KNMP mengintegrasikan ekosistem nelayan, koperasi, dan pasar sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan nasional menjadi 4 hingga 4,5 persen pada 2029.
Winda Triana menjelaskan bahwa KNMP akan memperkuat aktivitas ekonomi nelayan melalui pengelolaan berbasis koperasi dan pasar. Konsep kampung nelayan ini dirancang agar nelayan tidak hanya menjual ikan mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk turunan kuliner yang bernilai tambah tinggi. Fasilitas infrastruktur yang disiapkan meliputi rantai dingin berupa cold storage, pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), serta sarana penangkapan ikan lainnya. Pembangunan fase pertama tahun 2026 dipusatkan di Desa Muara, Bayah Barat, Darmasari, Sawarna, dan Cireunde.

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu yakin program ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan juga menciptakan model bisnis perikanan modern yang tangguh. Pengolahan pasca panen menjadi sentra kuliner khas pesisir selatan Lebak kini berkembang pesat. Kerajinan seperti kerupuk ikan, baso ikan, panggang ikan, soto ikan, abon ikan, hingga produk lainnya semakin diminati. Bahkan abon ikan “Bu Bedah” asal Binuangeun telah menembus pasar domestik hingga mancanegara.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Kecamatan Wanasalam, Bedah, menambahkan bahwa produksi abon ikan tuna dan martin dari hasil tangkapan pesisir selatan Lebak kini menembus pasar nasional melalui perusahaan di Jakarta. Permintaan pasar sangat tinggi karena produk ini tahan delapan bulan tanpa pengawet, rasanya renyah dan gurih, serta kandungan protein tinggi. Saat ini mereka bisa memasok dua ton abon ikan per bulan dengan harga Rp150.000 per kilogram. Bedah yakin perputaran bisnis hasil tangkapan ikan ini dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.
Baca juga : Destry Damayanti dan Aida S. Budiman: Perempuan Indonesia Dominasi Dua Puncak Kepemimpinan Bank Sentral
Menurutnya, KNMP bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan model bisnis perikanan yang mengintegrasikan tata kelola pasca panen profesional, kemandirian nelayan, penguatan kelembagaan lokal, ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan. Winda Triana meyakini bahwa program ini akan menggerakkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Pewarta : Warudi
Tagline: #KNMPLebak, #EkonomiPesisirLokal, #TurunKemiskinan2029, #NelayanMandiri, #PrabowoPesisir,

