RI News. Yogyakarta, 24 Agustus 2026 — Dalam diskursus pembangunan daerah komprehensif, integrasi antara kelembagaan militer dan organisasi kemasyarakatan berbasis keluarga menjadi salah satu fondasi utama penjagaan stabilitas serta ketahanan sosial nasional. Sinergitas ini terefleksikan secara nyata saat Komandan Ciremai/Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., yang didampingi Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 PD IV/Diponegoro Ny. Dietha Yuniar, menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Forum strategis ini diselenggarakan secara khidmat di Gedhong Pracimasono, Komplek Kantor Kepatihan/Gubernur DIY, Yogyakarta, pada Senin (24/8/2026).
Peringatan tahun ini mengusung orientasi direktif yang terartikulasi dalam tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Kehadiran lintas sektor tercermin dari jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi strategis DIY, di antaranya Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, serta Kepala OJK DIY Eko Yunianto. Multistakeholder ini menandai pentingnya konsolidasi antar-lembaga dalam mengawal agenda sosial-ekonomi di tingkat regional.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, dalam intervensi pemikirannya menegaskan reposisi esensial PKK agar tidak terjebak dalam formalitas administratif semata, melainkan bertindak sebagai artikulator program pemerintah di masyarakat.

“PKK bukan sekadar melangsungkan kegiatan, melainkan penggerak utama di tingkat akar rumput. Kekuatan PKK terletak pada keddekatannya dengan keluarga melalui kader Dasawisma. Kita harus memastikan program pembangunan tepat sasaran dan memperkuat ketahanan keluarga yang sehat, mandiri, serta terlindungi,” tegas GKR Hemas.
Perspektif tersebut diperkuat oleh arahan tertulis Gubernur DIY yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY K.G.P.A.A. Paku Alam X. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa makna substansial “Kesatuan Gerak” diukur berdasarkan besaran dampak riil (real impact) yang dapat dirasakan oleh strata masyarakat terbawah di tengah kompleksitas dan dinamika era modernisasi.
Manifestasi konkret dari komitmen operasional HKG PKK ke-54 ditandai melalui serangkaian tindakan strategis, antara lain penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara TP PKK DIY dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang DIY di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh GKR Hemas, penyerahan apresiasi lomba Storytelling dan Read Aloud untuk penguatan literasi keluarga, serta pencerahan akademis melalui Webinar bertajuk “Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, Produktif, dan Sejahtera” yang menghadirkan pakar psikologi Prof. Dr. Christin Wibhowo, M.Si., Psi.
Baca juga: Ketegasan Nyata Sang Kepala Negara: Izin Usaha Perusahaan Pembakar Hutan Ditindak Tanpa Kompromi
Partisipasi aktif Danrem 072/Pamungkas beserta Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 tidak sekadar bentuk penghormatan protokoler, melainkan simbolisasi komitmen doktrinal TNI dalam mendukung program-program pemberdayaan berbasis keluarga. Langkah kolaboratif ini menjadi pilar krusial dalam memperkokoh struktur ketahanan sosial masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pewarta: Lee Anno
Tagline: #Danrem072Pamungkas, #HKGPKK54DIY, #KetahananKeluarga, #SinergiTNIpkk, #IndonesiaEmas2045, #YogyakartaBisa, #GKRHemas, #PakuAlamX, #PemberdayaanKeluarga, #DasawismaDIY,

