RI News. Madina, 20 Agustus 2026- Kematian Rijal Pulungan, warga Desa Pintu Padang Jae Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, tiba-tiba menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Kasus ini mencuat setelah korban diduga diajak bekerja ke lokasi tambang emas ilegal di Sungai Batang Gadis. Peristiwa itu terungkap pada Senin, 18 Agustus 2026, saat awak media mendatangi desa untuk memastikan berita yang beredar. Kronologi yang diungkap oleh warga menimbulkan pertanyaan mendalam tentang keadilan dan pelanggaran hukum di tengah kawasan pertambangan ilegal yang marak di wilayah Sumatera Barat.
Berdasarkan keterangan warga, beberapa hari sebelumnya seorang warga bernama L.P memanggil Rijal Pulungan secara mendadak dan membawanya ke lokasi penambangan emas ilegal di Sungai Batang Gadis yang melewati wilayah Kelurahan Panabari, Kecamatan Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan. “Tidak berapa hari kemudian kami mendapat cerita bahwa Rijal sudah meninggal dunia. Padahal waktu berangkat bersama L.P dia sehat-sehat saja, tidak ada penyakit,” ujar salah seorang warga yang identitasnya dirahasiakan.

Yang membuat warga semakin gelisah, jenazah almarhum dikabarkan dimakamkan di Sumatera Barat. Padahal Rijal Pulungan adalah warga asli Pintu Padang Jae dan keluarganya jelas-jelas berdomisili di desa tersebut. Informasi yang beredar menunjukkan kematian Rijal “penuh tanda tanya” dan “tidak wajar”. Dugaan itu semakin menguat setelah foto dan video kejadian tersebar luas di TikTok.
Warga mengaku sangat mengharapkan intervensi pemerintah daerah, terutama Pemerintah Kabupaten Madina dan Kepolisian Resor Mandailing Natal, agar kasus ini diusut secara tuntas. “Kami ingin terang benderang. Biar tidak ada lagi saling fitnah di masyarakat,” tegas salah satu warga setempat.
Upaya konfirmasi ke pihak yang diduga terlibat juga dilakukan. Awak media mencoba menemui L.P, namun yang bersangkutan tidak berada di rumah. “Katanya istri L.P tidak tahu kemana suaminya pergi. Ditanya kapan pulang juga tidak tahu,” kata warga setempat. Selain itu, masyarakat menduga keterlibatan pihak keluarga Kepala Desa Pintu Padang Jae dalam peristiwa ini. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak desa.
Awak media juga berkunjung ke tempat kerja almarhum di penggilingan padi milik Marga Nasution. Menurut Marga Nasution, “Menurut sepengetahuan saya dia sehat, tidak ada penyakitnya. Saya juga tidak tahu dia pergi kemana. Tau-tau ada kawan yang bilang dia pergi ke Batang Gadis bersama L.P.” Kunjungan ini semakin menambah keraguan warga terhadap narasi resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, baik Kepolisian Resor Mandailing Natal maupun Pemerintah Desa Pintu Padang Jae belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.
Pewarta: Indra Saputra
Tagline: #KasusKematianRijalPulungan #TambangEmasIlegal #KeadilanUntukPintuPadangJae,

