RI News. Rongkop, 18 Agustus 2026- Warga Dusun Ngricik, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, baru saja kehebohan karena kepala dusun setempat mengaku telah menjual satu unit truk tangki air bersih berbantuan BANPRES seharga Rp150 juta. Kasus ini mencuat dua minggu lalu ketika relawan keliling kampung melakukan survei penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak kemarau berkepanjangan. Saat ditanyakan perihal kekeringan yang masih melanda, warga menceritakan bahwa armada tersebut dulu sempat dimanfaatkan untuk meringankan beban distribusi air bersih, namun kini sudah dijual dan tidak tersedia lagi.

Menurut konfirmasi Lurah Melikan, Agus Sumarno, pihaknya belum mengetahui secara detail mengenai penjualan tersebut. Ia menegaskan bahwa saat bantuan diterima pada 2017, dirinya belum menjabat sebagai lurah, sehingga tidak ada catatan masuknya kendaraan tersebut ke aset kalurahan. “Saya juga mendengar seperti itu, mas, karena tidak ada pemberitahuan ke saya,” katanya. Pernyataan serupa disampaikan oleh Kepala Dukuh YL Dusun Ngricik yang mengaku telah menjual truk tangki tersebut dua minggu lalu dengan alasan kondisi kendaraan sudah tidak bisa digunakan secara maksimal. Ia menambahkan bahwa hanya tokoh masyarakat yang menyetujui tanpa surat berita acara penjualan maupun kesepakatan warga, serta tidak ada kwitansi pembayaran yang tertaut.
Alasan yang dikemukakan Kepala Dukuh YL adalah bahwa truk tangki sudah usang dan tidak mampu menangani kebutuhan air bersih saat ini. Namun, warga yang disurvei menyatakan keheranan, mengingat bantuan BANPRES adalah aset masyarakat untuk kepentingan bersama. “Banpres harus untuk kita bersama, kenapa dijual tanpa koordinasi ke dinas terkait?” tanya salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengelolaan aset bantuan publik di tingkat desa yang transparan. Truk tangki air bersih BANPRES yang diberikan pada 2017 diharapkan menjadi solusi jangka pendek bagi masyarakat terdampak kekeringan, namun akhirnya berujung pada penjualan tanpa dokumentasi lengkap. Keberadaan relawan keliling kampung yang menemukan masalah ini justru menjadi titik balik penting, karena keberadaan armada tersebut masih diperlukan untuk meringankan beban warga yang terus bergulat dengan kekeringan berkepanjangan.
Pewarta: Lee Anno
Tagline: #AsetBanpresTanpaBukti, KekeringanRongkopMemerlukanKeadilan, TransparansiPengelolaanBantuanPublik,

