RI News. Jakarta, 13 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat.
Dalam pidato yang disampaikan di hadapan seluruh unsur negara, Presiden Prabowo Subianto mengawali sambutannya dengan menyapa sejumlah pejabat negara yang hadir, di antaranya Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono, Wakil Presiden Ke-13 RI Ma’ruf Amin, istri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid yakni Sinta Nuriyah Wahid, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta ketua umum partai politik dan duta besar negara sahabat.
Dalam pidatonya, Prabowo mengumumkan hasil 21 bulan kepemimpinannya. “Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” ujarnya. Menurutnya, sebagian persoalan yang ditangani merupakan masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan belum terselesaikan sebelumnya.

Presiden menegaskan bahwa capaian ini membuktikan keberhalusan menerapkan keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa. “Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” sambungnya.
Pidato itu dimulai dengan pernyataan kembali terhadap sumpah jabatan yang diucapkan pada 20 Oktober 2024 di tempat yang sama, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya,” tegas Prabowo.
Baca juga : Dua Pemberontak di Mali Menerbitkan Komentar Langsung terhadap Misi Perjanjian Damai PBB
Ia menyebut empat pedaman utama sebagai dasar seluruh kebijakan pemerintahannya. Pertama, menjalankan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kedua, menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional, termasuk memastikan kekayaan bangsa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ketiga, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya. Keempat, seluruh kebijakan diarahkan untuk kepentingan rakyat dan generasi anak serta cucu mereka.
Meski mengakui bahwa “belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” Prabowo menyatakan pemerintah akan terus menyelesaikan berbagai persoalan dan memenuhi janji kepada rakyat. Pidato ini menjadi momentum pelaporan atas apa yang telah dikerjakan, hasil yang mulai terlihat, serta pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Pewarta : Albertus Parikesit
Tagline: #PidatoKenegaraan2026, #TransformasiBangsa, #PrabowoSubiantoLeadership,

