RI News. Jakarta, 13 Agustus 2026- Dalam peresmian daring 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih yang digelar Sekretariat Presiden dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung dialog interaktif dengan tokoh agama Kampung Uduwey, Rumerus. Warga pedalaman Papua Barat ini menceritakan betapa beratnya perjuangan menyeberangi sungai selama enam tahun sebelum hadirnya jembatan yang dibangun TNI Angkatan Darat. “Kami melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan,” ungkap Rumerus dengan suara tegas, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Warga ini mengaku harus meniti jalan menurun yang licin dan melepas sepatu setiap kali hendak melintasi sungai. “Maka kalau hujan lebat kami berada di kampung, kami tidak beraktivitas,” lanjutnya. Kehadiran jembatan kini membawa manfaat besar bagi sekitar 70 keluarga di Kampung Uduwey, terutama kelancaran akses pendidikan anak-anak dan kegiatan ekonomi harian masyarakat.

Dialog tersebut menunjukkan wujud nyata kehadiran negara di wilayah terpencil, di mana pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek, melainkan pencerah penderitaan sehari-hari. Rumerus juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus, menegaskan bahwa jembatan ini menjadi simbol keberanian negara dalam menjaga persatuan bangsa. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan masyarakat Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, turut hadir dan menyampaikan terima kasih atas lima titik sumur bor yang dibangun TNI AD. Ia menyebut posisi wilayah mereka yang terisolasi dengan jarak enam jam pelayaran dari pusat kabupaten membuat akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak. “Dan kami sampaikan terima kasih banyak kami jajaran Forpimka, kepala desa, seluruh kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden karena sudah membangun sumur bor lima titik di kecamatan kami,” ujarnya dengan penuh kelegaan.
Cerita dari dua wilayah yang berbeda ini mencerminkan satu semangat: bagaimana TNI AD dan Polri, melalui pembangunan infrastruktur sederhana namun strategis, mampu mengubah nasib masyarakat yang selama ini terpencil dari arus pembangunan nasional. Di Papua Barat, anak-anak sekolah kini bisa tiba di sekolah tepat waktu tanpa takut terseret arus sungai; di Jawa Timur, warga Pulau Raas bisa mendapatkan air bersih tanpa harus berjalan berjam-jam ke mata air jauh. Hal ini bukan hanya mengurangi beban fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang selama ini terhambat. Presiden Prabowo Subianto, dalam acara peresmian daring tersebut, seolah menjadi saksi langsung atas perjuangan nyata warga-warga ini, sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan adalah tanggung jawab bersama negara dan masyarakat.
Bagi Kampung Uduwey dan Pulau Raas, peresmian ini bukan akhir, melainkan awal dari era baru di mana jembatan dan sumur bor bukan lagi mimpi, melainkan realitas yang membuat mereka merasa lebih dekat dengan negeri ini. Cerita Rumerus dan perwakilan Pulau Raas menjadi bukti hidup bahwa infrastruktur bukan sekadar beton, melainkan pilar kemajuan yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil di pelosok.
Pewarta: Yogi Hilmawan
Tagline: #InfrastrukturNegara, #PrabowoSubianto, #PapuaBarat, #JembatanUduwey, #SumurBorRaas,

