RI News. Wonogiri, 13 Agustus 2026- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Baznas Wonogiri menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 50 tangki bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Wonogiri. Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap mulai Selasa (11/8/2026).
Penyaluran bantuan air bersih ini menyasar sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan berdasarkan data potensi rawan kekeringan Kabupaten Wonogiri tahun 2026 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri. Ketua Baznas Wonogiri, Ahans Mahabie, dilansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Selasa, mengatakan pada pengiriman tahap pertama hari itu Baznas RI bersama Baznas Wonogiri telah menyalurkan bantuan air bersih untuk 126 keluarga warga Dusun Wonosobo, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro. Secara keseluruhan, berdasarkan data BPBD Wonogiri, setidaknya ada 2.338 keluarga dengan 7.229 jiwa yang kemungkinan terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Kecamatan Eromoko, Kecamatan Giriwoyo, dan Kecamatan Karangtengah.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Baznas RI bersama Baznas Kabupaten Wonogiri dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan,” ungkapnya. Ahans menyampaikan penyaluran 50 tangki air bersih bantuan dari Baznas akan dilakukan secara bertahap ke berbagai wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Wonogiri dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Melalui program ini, Baznas berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari selama musim kemarau. Baznas RI bersama Baznas Wonogiri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan amanah zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, Pemkab Wonogiri juga menyatakan telah menyiapkan 1.045 tangki air bersih guna penanganan kedaruratan bencana kekeringan selama musim kemarau 2026. Pada Selasa (4/8/2026) siang, setidaknya 10 tangki air bersih mulai disalurkan ke Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, yang mulai mengalami krisis air akibat kekeringan.
Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan pengadaan 1.045 tangki air tersebut didanai APBD senilai Rp300 juta. Masing-masing tangki memiliki kapasitas 5.000 liter, sehingga total air bersih yang disiapkan mencapai 5,22 juta liter.
“Dari APBD Penetapan ini kami menyiapkan anggaran Rp300 juta. Anggaran itu diwujudkan dalam bentuk tangki air siap dropping, kurang lebih menghasilkan 1.045 tangki atau sekitar 5,22 juta liter air bersih yang siap didistribusikan secara bertahap,” kata Fuad kepada Espos, Selasa (4/8/2026) siang.
Fuad menambahkan apabila alokasi 1.045 tangki tersebut nantinya habis sebelum musim kemarau berakhir, Pemkab Wonogiri siap membuka opsi penganggaran tambahan dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) serta mengarahkan dukungan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari BUMD maupun swasta.
Berdasarkan pemetaan tahunan BPBD, terdapat 14 kecamatan di Wonogiri yang berpotensi terdampak kekeringan saat kemarau. Namun hingga awal Agustus 2026, tercatat baru enam kecamatan dengan 19 desa yang telah resmi melaporkan krisis air dan mengajukan permohonan bantuan air bersih. “Enam kecamatan itu di antaranya Giritontro, Eromoko, Pracimantoro, Karangtengah, dan Nguntoronadi,” jelasnya.
Pewarta: Hari Sutopo
Tagline: #BaznasRI #KekeringanWonogiri #AirBersih #ZakatNyata #KeadilanSosial,

