RI News. Sragen, 13 Agustus 2026– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui 31 penelitian lintas disiplin ilmu merekomendasikan transformasi besar-besaran Objek Wisata Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen. Rekomendasi itu disambut antusias oleh pengelola objek wisata, yang sekaligus mengusulkan diversifikasi daya tarik dengan memanfaatkan Waduk Kedung Ombo (WKO) serta keterlibatan pemerintah desa dalam handarbeni gunung suci itu.
Penanggung Jawab Objek Wisata Gunung Kemukus Sumberlawang, Sragen, Wijanto, mengatakan usulan tersebut disampaikan saat dihubungi RI News pada Kamis (13/8/2026) petang. Menurut Wijanto, selama ini Gunung Kemukus memang lebih dikenal sebagai destinasi wisata religi atau minat khusus. Namun, untuk menarik lebih banyak wisatawan umum dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), diversifikasi daya tarik menjadi keharusan.
“Paling tidak ada daya tarik lain selain religi. Kami mengusulkan pemanfaatan debit air Waduk Kedung Ombo untuk wisata air atau kuliner air, seperti warung apung. Orang kuliner di warung apung tidak perlu jauh-jauh ke Waduk Kedung Ombo di Grobogan, sehingga hasilnya juga bisa meningkatkan PAD,” ujar Wijanto.

Gagasan itu tidak hanya soal wisata air. Wijanto juga mengusulkan penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa setempat agar setiap bulan pemerintah desa bisa aktif ikut memiliki dan mengembangkan Gunung Kemukus. “Saat ini pemerintah desa hanya menerima bagi hasil 10 persen. Jika kami bisa targetkan pendapatan Gunung Kemukus Rp400 juta hingga Rp500 juta per tahun, maka desa bisa mendapat Rp40 juta. Tapi peran desa masih kurang. Kontribusi pembangunan infrastruktur, seperti penataan jalan lingkungan di belakang Makam Pangeran Samudra, belum terlihat,” jelasnya.
Wijanto menambahkan bahwa revitalisasi yang dilakukan Kementerian PUPR beberapa tahun lalu sudah cukup menata fisik lingkungan, mulai dari gerbang tiket, parkir, hingga promenade. Namun, fasilitas penginapan berstandar masih menjadi kekurangan. “Pada malam Jumat Pon lalu, pengunjung sudah mencapai 600 orang hingga Magrib. Penginapan itu tentu harus berstandar dan profesional,” katanya.
Wijanto optimis perubahan pola pikir warga juga penting. “Saat ini warga nyaman dengan karaoke dan pengelolaan perahu nelayan. Tapi jika ada pekerjaan yang lebih menguntungkan dan terstandar, mereka pasti mau beralih. Tata kelola yang baik akan ikut memperbaiki budaya dan citra Gunung Kemukus,” ucapnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Sragen, I Yusep Wahyudi, menyatakan dukungan penuh atas kajian BRIN. Ia berencana mengusulkan tindak lanjut rekomendasi tersebut sesuai prioritas anggaran. “Kami akan usulkan pembuatan film pendek sejarah Pangeran Samudra sesuai narasi BRIN, pembuatan toko suvenir resmi khas Gunung Kemukus, serta pengembangan produk UMKM seperti batik, kaus, dan kriya yang memberdayakan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Yusep.
BRIN Dorong Pengembangan Potensi Gunung Kemukus, Wijanto : “Revitalisasi sudah bagus, tinggal perlu arah yang lebih komprehensif dan inklusif.”
Pewarta: Muhamad Riansa
Tagline: #GunungKemukusTransformasi, #BRINRekomendasi, #WisataAirSragen,

