RI News. Semarang, 5 Agustus 2026 — Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan membumbung tinggi di wilayah RT 03 RW 05, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan. Pengurus Rukun Tetangga bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bambankerep secara resmi menerima bantuan bibit tanaman pangan dari Dinas Pertanian Kota Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2026. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bapak Tantio yang mewakili Dinas Pertanian Kota Semarang kepada pengurus RT 03 RW 05 Bambankerep.
Momen ini menjadi penanda dimulainya gerakan “Lomba Pekarangan Produktif & Pemilahan Sampah Mandiri” yang melibatkan swadaya 78 kepala keluarga. Warga berkomitmen memanfaatkan galon dan barang bekas sebagai media tanam yang estetis, sekaligus menyediakan dua tong sampah terpilah—organik dan anorganik—di depan setiap rumah. Selain mempercantik lingkungan, program ini dirancang sebagai langkah konkret mewujudkan ketahanan pangan di tingkat Kelurahan Bambankerep.

Sriyanto, Ketua RT 03 RW 05 Bambankerep sekaligus pengurus LPMK Bambankerep, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan fasilitasi pemerintah daerah. “Atas nama seluruh warga RT 03 RW 05 Bambankerep, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Pertanian Kota Semarang, khususnya kepada Bapak Tantio yang menyerahkan langsung bantuan bibit hari ini, Ibu Vika yang memproses permohonan kami dengan sangat ramah dan cepat, serta seluruh bagian terkait di Dinas Pertanian. Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat bawah,” ujarnya. Ia menambahkan harapan agar rangkaian kegiatan ini berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan edukasi bahwa kemandirian pangan serta kelestarian lingkungan dapat dimulai dari pekarangan rumah sendiri.
Untuk memacu semangat warga yang telah berswadaya, pengurus RT 03 RW 05 Bambankerep membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta, BUMD, pengusaha, maupun donatur yang peduli isu lingkungan sebagai mitra sponsor hadiah lomba. Seluruh dana hadiah pembinaan dan paket apresiasi direncanakan bersumber dari dukungan donatur, dengan total anggaran Rp 2.000.000 ditambah bingkisan produk bagi para pemenang. Rincian hadiah meliputi juara 1 sebesar Rp 600.000, juara 2 Rp 500.000, juara 3 Rp 300.000, juara harapan 1 Rp 250.000, juara harapan 2 Rp 200.000, dan juara harapan 3 Rp 150.000, masing-masing dilengkapi bingkisan dari sponsor. Sebagai bentuk imbal balik, nama dan logo mitra akan dicantumkan pada spanduk utama, stiker media tanam warga, serta dipublikasikan melalui rilis berita.
Baca juga: Penyidik Kejari Kediri Dalami Dugaan Material Tambang Ilegal di Proyek Tol Kediri–Kertosono
Penilaian lomba berlangsung dalam tiga tahap dari Agustus hingga Oktober 2026. Tahap pertama pada Agustus menilai kerapian penataan awal, pengecatan pot daur ulang, dan ketersediaan dua tong sampah terpilah. Tahap kedua di September fokus pada kesehatan tanaman dan kebersihan pekarangan, menyambut penilaian kampung sehat. Tahap final pada Oktober menilai hasil panen dan menetapkan pemenang.
Melalui sinergi swadaya warga, dukungan Dinas Pertanian Kota Semarang, dan kepedulian para donatur, RT 03 RW 05 Bambankerep optimis menjadi percontohan lingkungan hijau, sehat, dan mandiri pangan di Kota Semarang.
Pewarta: Antok
Tagline: #PekaranganProduktif, #GotongRoyongBambankerep, #KetahananPanganLokal, #LingkunganHijauSemarang, #SwadayaWarga, #LombaPekarangan, #PemilahanSampahMandiri,

