RI News. Pontianak, 29 Juli 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menetapkan perpanjangan status siaga darurat bencana asap hingga 15 November 2026 setelah terdeteksi 200 titik panas di 12 kabupaten. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan sebaran hotspot dalam beberapa pekan terakhir yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Berdasarkan data BMKG Supadio per 27 Juli 2026, sebanyak 200 hotspot tersebar di 12 kabupaten. Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, di Pontianak, Rabu, menjelaskan bahwa status siaga darurat bencana asap yang telah berlaku sejak 2 Februari 2026 diperpanjang karena kondisi sebaran titik panas yang terus meningkat. Tiga daerah dengan jumlah hotspot tertinggi adalah Kabupaten Kubu Raya (64 titik), Ketapang (56 titik), dan Kayong Utara (53 titik). Sementara Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Sanggau tidak tercatat memiliki hotspot pada data tersebut.

Selain status tingkat provinsi, delapan kabupaten telah menetapkan status serupa, yakni Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, dan Sintang. Beberapa di antaranya bahkan telah memperpanjang masa berlaku status siaga darurat. Sebelumnya, Sambas dan Mempawah sempat menetapkan status tanggap darurat bencana asap yang hanya berlaku tujuh hari.
Untuk meminimalisir risiko kabut asap dan penambahan jumlah hotspot, BPBD Kalbar bersama satgas terpadu terus melakukan pemadaman karhutla di sejumlah kabupaten/kota. Data BPBD Kalbar menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah provinsi berpotensi mengalami kemudahan terjadinya karhutla pada periode 28 Juli hingga 3 Agustus 2026. Oleh karena itu, BPBD Kalbar terus berkoordinasi dengan BMKG Supadio untuk memantau perkembangan hotspot di 14 kabupaten/kota sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
BPBD bersama satgas terpadu juga mengintensifkan patroli darat dan udara guna mengidentifikasi sumber titik panas serta memantau perkembangan karhutla di berbagai wilayah. “Dalam memantau perkembangan bertambahnya jumlah hotspot, BPBD Kalbar selalu siaga dalam melakukan upaya antisipasi dan pemadaman karhutla,” ujar Daniel.
Pewarta: Hermanto
Tagline: #SiagaDaruratAsapKalbar, #HotspotKalimantanBarat, #Karhutla2026, #BPBDKalbar, #KabutAsap, #PemadamanKarhutla, #SiagaBencanaAsap,

