RI News. Bogor, 28 Juli 2026 — Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya terhadap sistem kepegawaian berbasis kompetensi melalui pelaksanaan seleksi terbuka jabatan yang transparan dan objektif. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa proses tersebut dirancang untuk menjaring aparatur sipil negara terbaik, sekaligus membuka ruang bagi talenta yang selama ini terpinggirkan karena lokasi penugasan.
Rudy Susmanto menekankan bahwa transformasi kepegawaian dan rekrutmen ASN bertujuan menemukan potensi unggul di seluruh jajaran pemerintahan daerah. “Transformasi kepegawaian dan rekrutmen ASN Kabupaten Bogor ingin mencari potensi-potensi aparatur sipil negara yang terbaik. Proses penjaringan jabatan ASN eselon III kita lakukan setransparan mungkin dan seobjektif mungkin,” ujarnya usai menghadiri seleksi terbuka di Cibinong, Selasa.
Bersama tim seleksi, Bupati secara langsung mewawancarai lima peserta terbaik pada setiap formasi jabatan. Pendekatan ini memungkinkan penilaian mendalam terhadap kapasitas, integritas, dan potensi kandidat. Rudy menyoroti kenyataan bahwa banyak ASN berkualitas tinggi belum memperoleh kesempatan memadai karena bertugas di perangkat daerah yang jaraknya jauh dari pusat pemerintahan. “Banyak orang hebat yang tidak pernah muncul karena dinasnya jauh dari kantor pemerintah. Hari ini bakat-bakat hebat di Kabupaten Bogor mulai terlihat satu per satu secara langsung,” katanya.

Ia menambahkan bahwa peserta yang belum berhasil pada formasi yang dilamar tetap memiliki peluang penempatan di jabatan lain, sepanjang kompetensinya sejalan dengan kebutuhan organisasi. “Kalaupun tidak lolos pada jabatan yang dilamar, tetapi kami melihat beliau memiliki potensi lain, maka akan kami tempatkan di OPD lain sesuai bidangnya masing-masing,” jelasnya.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bogor, Muhamad Zulfikar, memaparkan bahwa seleksi terbuka tahap kedua mencakup empat formasi kepala bidang. Sebelumnya, proses serupa telah digelar untuk dua jabatan sekretaris dinas. Setiap formasi diikuti oleh lima peserta terbaik yang telah melewati delapan tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes berbasis komputer, hingga penilaian lanjutan sebelum wawancara akhir. “Yang diwawancarai langsung oleh Bupati merupakan lima besar hasil seleksi sebelumnya pada masing-masing jabatan,” paparnya.
Baca juga: Koperasi Didukung Jadi Pengelola Unit Karbon, Manfaat Ekonomi Diarahkan ke Masyarakat Desa
Pada periode ini, Pemerintah Kabupaten Bogor membuka 31 formasi jabatan di Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Sebanyak 313 ASN tercatat mendaftar mengikuti rangkaian proses tersebut. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat prinsip meritokrasi, tetapi juga memperkuat pemerataan akses kesempatan di lingkungan birokrasi daerah.
Pewarta: Wisnu Harmoko
Tagline: #SeleksiTerbukaASN, #MeritokrasiBogor, #TransformasiKepegawaian, #BupatiRudySusmanto, #ASNBerkualitas, #PemerintahKabupatenBogor,

