RI News, 16 Juli 2026 — Dinas Pendidikan Kota Solo mencatat lebih dari seribu bangku sekolah dasar negeri masih kosong menyusul penutupan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Fenomena ini mencerminkan pergeseran demografi yang semakin nyata di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dwi Ariyatno, mengungkapkan bahwa daya tampung sekolah negeri kini telah melampaui jumlah anak usia sekolah yang tersedia. Menurutnya, tren penurunan populasi anak menjadi faktor utama. “Realistis saja kalau kemudian potensi anak kita semakin menurun. Hasil analisis data BPS menunjukkan angka kelahiran turun. Jadi, kecenderungan daya tampungnya melebihi dari jumlah potensi anak. Kalau sekarang hitungan kami masih ada sisa sekitar 1.100 kursi kosong secara total di SD negeri,” ungkap Dwi saat ditemui di SDN Tegalayu Solo, Rabu (15/7/2026).
Kondisi surplus kuota ini memicu persaingan ketat antar sekolah dalam merebut calon siswa. Akibatnya, beberapa sekolah mencatat jumlah pendaftar yang sangat rendah. Dari 117 SD negeri di Solo, SDN Tegalayu menjadi yang paling minim pendaftar, yakni hanya lima anak.

Meski demikian, Dwi menilai SDN Tegalayu sebenarnya memiliki fasilitas yang memadai. Lahan luas, ruangan cukup, serta lingkungan yang bersih dan tenang menjadi keunggulan sekolah tersebut. Namun, letaknya yang berada di belakang Polresta Solo, dikelilingi area perkantoran dan komersial, membuat akses dari permukiman padat penduduk relatif jauh.
“Preferensi para orang tua dalam memilih sekolahan itu memang sangat dipengaruhi oleh kedekatan akses dan kemudahan mobilitas. Mungkin beberapa orang tua sudah lebih dekat dengan sekolah yang lain,” papar Dwi. Siswa SDN Tegalayu mayoritas berasal dari wilayah barat seperti Purwosari dan Kampung Brengosan, serta anak-anak dari keluarga alumni sekolah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Disdik akan melakukan analisis mendalam mengenai sebaran penduduk dan proyeksi kelahiran anak usia 0-6 tahun ke depan. Dwi juga telah meminta sekolah-sekolah yang sepi peminat untuk lebih agresif mempublikasikan program dan kegiatan mereka.
Baca juga: Polresta Klaten: Era Baru Profesionalisme Polri di Pusat Pertumbuhan Jawa Tengah
“Saya yakin tidak semua orang di luar kampung Tegalayu ini tahu kondisi dan letak sekolahan ini, sehingga perlu dipublikasi. Harapan kami, kegiatan atau aktivitas anak yang diinisiasi sekolah bisa dipublikasikan agar diterima masyarakat dan membangun minat orang tua untuk menitipkan anaknya di sekolah tersebut,” tandas Dwi.
Pewarta: Surya Kencana
Tagline: #PendidikanSolo, #SPMB2026, #KursiKosongSD, #DisdikSolo, #PenurunanKelahiran, #SDMudaSolo,

