RI News. 15 Juli 2026, Padangsidimpuan – Dalam upaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana alam, pemerintah pusat bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan lintas kementerian resmi memulai realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Utara. Langkah konkret tersebut ditandai dengan prosesi groundbreaking pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat korban banjir di Kota Padangsidimpuan, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satuan Tugas (Wakasatgas) 1 Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. Rombongan tiba dengan helikopter dan mendarat di Helipad Lapangan Yonif 123/Rajawali, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, sebelum menuju lokasi pembangunan di lahan eks PTPN IV, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan yang sama.
Prosesi groundbreaking ini menjadi simbol dimulainya pembangunan kawasan hunian permanen bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar. Letjen Richard T.H. Tampubolon dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Huntap merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia dan Satuan Tugas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

“Kita sesuai dengan arahan dan perintah dari Bapak Presiden dan Kasatgas. Saat ini dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi telah selesai disusun dan menjadi acuan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Letjen Richard, pembangunan kawasan Huntap di Padangsidimpuan akan mencakup 1.133 unit rumah di atas lahan seluas sekitar 27 hektare. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat dengan semangat gotong royong.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan penyelesaian 200 unit rumah pada tahun ini, dengan rincian 100 unit didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 100 unit lainnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Yayasan Buddha Tzu Chi. Tahapan selanjutnya akan terus dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan hunian bagi warga terdampak terpenuhi.
Baca juga: Sinergi TNI-Polri Makin Kokoh: Kapolres Gunungkidul Kunjungi Makodim untuk Perkuat Keamanan Wilayah
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padangsidimpuan, Abdurrahman Nasution, menyampaikan bahwa keseluruhan 1.133 unit Huntap direncanakan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) hingga tahun 2027. Kawasan ini diproyeksikan menjadi tempat tinggal bagi 1.133 kepala keluarga korban banjir.
Abdurrahman menjelaskan bahwa kawasan Huntap dirancang sebagai permukiman terpadu yang komprehensif. Dari total lahan, 15 hektare diperuntukkan bagi perumahan, 7,5 hektare untuk fasilitas umum dan jalan utama, serta 4,5 hektare sebagai ruang terbuka hijau. Kawasan ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti rumah ibadah, koperasi desa, puskesmas pembantu, kantor balai desa, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Groundbreaking ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah. Acara tersebut mencerminkan sinergi kuat antarlembaga dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Pewarta: Indra Saputra
Tagline: #RehabilitasiPascabencana, #HuntapPadangsidimpuan, #PemulihanSumut, #GotongRoyongNasional, #TNIUntukRakyat, #PercepatanRekonstruksi.

