RI News. Pontianak, 8 Juli 2026 — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memperkuat keandalan pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) sebagai fondasi utama distribusi logistik di Kalimantan Barat (Kalbar). Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran rantai pasok barang dan mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menekankan bahwa keandalan BBM menjadi faktor penentu dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta pertumbuhan ekonomi Kalbar. “Sebagai pusat distribusi logistik di Kalbar, Kota Pontianak memegang peran strategis dalam arus barang dan pergerakan masyarakat,” ujar Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Wahyudi melakukan pemantauan langsung ke Integrated Terminal (IT) Pontianak pada Senin (6/7). Dari hasil pengamatan, penyediaan dan penyaluran BBM di wilayah tersebut berjalan lancar, mulai dari terminal hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Sebagai tulang punggung distribusi logistik, keandalan pasokan BBM di Pontianak harus terus terjaga,” tegasnya.

Menurut data yang dipantau, konsumsi BBM di Kalbar menunjukkan tren peningkatan seiring dengan aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Hingga Juni 2026, konsumsi solar (JBT) naik 6,5 persen, sementara Pertalite (JBKP) meningkat 2,5 persen. Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan BBM subsidi dan BBM kompensasi tetap tersedia untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah terus hadir memastikan penyediaan BBM subsidi maupun BBM kompensasi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Bersama PT Pertamina Patra Niaga, kami akan terus memperkuat keandalan pasokan, mengantisipasi hambatan distribusi, serta memastikan penyaluran tepat sasaran,” tambah Wahyudi.
Saat ini, infrastruktur penyaluran BBM di Kalbar didukung oleh 151 SPBU, termasuk 75 unit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 42 Pertashop, serta 17 SPBU nelayan yang melayani dua kota dan 12 kabupaten. Setelah meninjau IT Pontianak, Wahyudi melanjutkan pemantauan ke SPBU di kawasan Pelabuhan Peti Kemas, yang menjadi jalur utama keluar-masuk kendaraan logistik.
Baca juga : Membangun Integritas Sejak Dini: Lestari Moerdijat Desak Reformasi SPMB untuk Cegah Kecurangan Berulang
Di lokasi tersebut, ia memeriksa proses penyaluran, ketersediaan stok, ketepatan takaran, dan berdialog langsung dengan operator SPBU serta pengguna jasa. Hasilnya menunjukkan penggunaan BBM masih dalam batas wajar. Wahyudi mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak agar ketersediaan pasokan tetap terjaga dan terhindar dari antrean.
BPH Migas berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kalbar.
Region Manager Retail Sales Kalimantan Pertamina Patra Niaga Addieb Arselan menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan penugasan pemerintah. “Kami berkomitmen melaksanakan penugasan dengan sebaik-baiknya dan memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Kalbar Al Amin mengapresiasi prioritas pemerintah dalam penyediaan BBM bersubsidi bagi angkutan barang, sehingga distribusi logistik dapat berjalan lancar.
Kegiatan pemantauan tersebut juga dihadiri IT Manager Pontianak Pertamina Patra Niaga Adi Wahyu Christianto dan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga Edi Mangun.
Pewarta : Vie
Tagline: #BPHMigas, #PasokanBBM, #LogistikKalbar, #Pontianak, #BBMSubsidi, #PertaminaPatraNiaga, #EkonomiDaerah,

