RI News. Wonogiri, 4 Juli 2026 — Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026 resmi dibuka di Alun-alun Giri Krida Bakti, menghadirkan nuansa kuliner yang kental dengan semangat kebersamaan dan kebanggaan daerah. Agenda tahunan yang digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (3-4 Juli 2026), ini tidak hanya menjadi ajang pesta rasa, melainkan juga momentum strategis memperkuat identitas kuliner Wonogiri di panggung nasional.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan bahwa festival ini menjadi kesempatan penting untuk mempertegas akar budaya kuliner daerah. Menurutnya, ribuan warga Wonogiri yang merantau (boro) telah menjadikan mi ayam dan bakso sebagai mata pencaharian utama di berbagai penjuru Indonesia. “Mi ayam dan bakso racikan warga Wonogiri sudah tersebar luas, mulai dari restoran mewah hingga pedagang keliling di kota-kota besar,” ujar Setyo.
Dalam pembukaan yang meriah, Bupati Setyo Sukarno membacakan proklamasi deklarasi Kabupaten Wonogiri sebagai Ibu Kota Mi Ayam dan Bakso. Proklamasi ini langsung diikuti aksi simbolis pemukulan mangkuk menggunakan sendok yang dilakukan bersama para pedagang stan kuliner, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kegembiraan.

Setyo menekankan bahwa melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berupaya mengangkat potensi kuliner tersebut menjadi produk unggulan daerah. “Kami ingin mi ayam dan bakso Wonogiri tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menarik wisatawan, serta mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Penanggung Jawab Acara, Rizal Pahlevi, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk mendongkrak sektor pariwisata kuliner Wonogiri. Panitia menyiapkan 50 stan khusus mi ayam dan bakso serta belasan stan UMKM pendukung lainnya di area dalam alun-alun. Untuk menarik lebih banyak pengunjung, disediakan 1.500 voucher diskon senilai Rp5.000 per voucher.
Baca juga : Polresta Padang Kawal Aspirasi Damai Warga, Wujud Nyata Perlindungan Hak Bersuara
Puncak acara akan terjadi pada Sabtu pagi dengan pembagian 5.555 porsi mi ayam secara gratis kepada masyarakat. Agenda ini sekaligus menjadi target pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Selain sajian kuliner, festival turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni reog khas Jawa serta berbagai hiburan musik yang memadukan tradisi dan modernitas.
“Kami berharap festival ini dapat terus digelar secara rutin sehingga UMKM dan industri kreatif di Wonogiri semakin maju. Acara ini diselenggarakan oleh Pemkab Wonogiri untuk seluruh lapisan masyarakat,” tutup Rizal Pahlevi.
Pewarta: Nandar Suyadi.
Tagline: #FestivalMiAyamBaksoWonogiri, #IbuKotaMiAyamBakso, #WonogiriKuliner, #PemecahanRekorMURI, #UMKMWonogiri, #WisataKulinerJateng,

