RI News, 27 Juni 2026 — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa hubungan Washington dengan negara-negara mitra Arab Teluk tetap kokoh meskipun muncul kekhawatiran di kalangan mereka bahwa suara mereka mungkin terpinggirkan dalam pembicaraan penyelesaian konflik dengan Iran.
Dalam kunjungan tiga hari ke Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, Rubio berupaya meyakinkan seluruh anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) bahwa pemerintahan Trump serius melibatkan mereka dalam setiap tahap negosiasi. Konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu telah mengganggu ekspor minyak kawasan dan memicu serangan balasan rudal serta drone Iran ke beberapa negara Teluk.
“Kekhawatiran terbesar mereka adalah ingin terus diberitahu pada setiap langkah, baik teknis maupun politik,” ujar Rubio di Bahrain, penghentian terakhir dalam lawatannya. Ia menjamin bahwa Amerika Serikat tidak akan mengambil keputusan yang merusak kemakmuran, stabilitas, dan keamanan mitra-mitra Teluknya.

Meski akhirnya berhasil merilis pernyataan bersama yang menekankan komitmen bersama mencegah Iran memiliki senjata nuklir, menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta menghentikan serangan dan dukungan terhadap kelompok proksi, tetap terlihat adanya nada kehati-hatian dari pihak GCC.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, Jenderal Jasem Mohamed Albudaiwi, menekankan bahwa setiap pengaturan masa depan harus memenuhi tuntutan negara-negara Teluk untuk melindungi kepentingan dan stabilitas mereka. Pernyataan itu mengisyaratkan keinginan agar negara-negara Teluk tidak hanya menjadi penonton dalam proses yang berdampak langsung pada wilayah mereka.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani menyambut nota kesepahaman yang ada, namun menegaskan bahwa Iran harus sepenuhnya mematuhi semua kewajibannya, termasuk menghentikan segala bentuk provokasi dan interferensi terhadap negara tetangga.
Analis hubungan internasional melihat kunjungan Rubio sebagai upaya Washington untuk menjaga kohesi koalisi regional di tengah dinamika geopolitik yang kompleks. Keberhasilan negosiasi ini tidak hanya akan menentukan stabilitas energi global, tetapi juga bentuk keamanan jangka panjang di Timur Tengah.
Pewarta : Setiawan Wibisono
Tagline: #DiplomasiTeluk, #MarcoRubio, #KonflikIran, #TrumpAdministration, #StabilitasTimurTengah, #SelatHormuz,

