RI News, 26 Juni 2026 — Rusia dilaporkan memindahkan kekuatan pertahanan udaranya dalam skala besar untuk melindungi target-target prioritas utama, termasuk Moskow dan lokasi kediaman Presiden Vladimir Putin, di tengah gempuran drone jarak jauh Ukraina yang semakin intensif dan akurat.
Dalam perkembangan terbaru, pasukan Ukraina kembali menghantam dua kilang minyak di Ufa yang berjarak sekitar 1.500 kilometer dari garis depan, serta sebuah depot bahan bakar di wilayah Krasnodar. Serangan ini menunjukkan kemampuan Ukraina yang terus berkembang dalam mencapai sasaran strategis jauh di wilayah Rusia, meski perang telah memasuki tahun kelima.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa langkah Rusia memusatkan sistem pertahanan udara ke Moskow, Valdai, serta Jembatan Kerch mencerminkan prioritas perlindungan elit penguasa dibandingkan wilayah lain yang lebih luas. Menurutnya, ratusan peluncur rudal telah dikerahkan di sekitar Moskow, sementara puluhan unit dipindahkan khusus ke Valdai.

Analisis militer menunjukkan bahwa pergeseran aset pertahanan ini berpotensi meninggalkan celah keamanan di berbagai wilayah Rusia lainnya. Drone Ukraina yang kini mampu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer telah berhasil menyasar Moskow, St. Petersburg, serta infrastruktur energi penting, menyebabkan gangguan pasokan bahan bakar dan logistik militer Rusia.
Zelenskyy kembali menegaskan bahwa solusi damai masih terbuka jika Rusia bersedia melakukan negosiasi substantif. Ia menyambut baik usulan gencatan senjata tanpa syarat dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, namun menyesalkan sikap Moskow yang hingga kini menolak dialog bermakna. Dukungan dari negara-negara G7, termasuk komitmen bantuan berkelanjutan, diharapkan semakin memperkuat posisi Ukraina di medan perang.
Di front lain, Belarus yang selama ini menjadi pendukung logistik Rusia tampaknya mulai mengurangi keterlibatan teknisnya dengan mematikan repeater sinyal yang digunakan untuk panduan drone. Meski demikian, pembangunan infrastruktur militer di perbatasan Belarus dengan Ukraina tetap berlanjut, memicu kekhawatiran Kyiv.
Baca juga : Pepe Berpesta, Les Elephants Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Evakuasi wajib penduduk di wilayah Chernihiv yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus juga mulai diberlakukan mulai 1 Juli mendatang, seiring meningkatnya ancaman di perbatasan utara. Sementara itu, Jenderal Oleksandr Syrskyi melaporkan penguatan pertahanan di wilayah tersebut dengan penambahan unit drone baru.
Perkembangan ini menggambarkan dinamika perang yang semakin tidak seimbang, di mana inovasi teknologi drone Ukraina berhasil menekan keunggulan jumlah pasukan Rusia. Para pengamat internasional melihat bahwa tekanan ekonomi dan logistik yang dialami Rusia akibat serangan berulang ke fasilitas energinya bisa menjadi faktor penentu dalam arah konflik ke depan.
Pewarta : Setiawan Wibisono
Tagline: #PerangUkrainaRusia, #SeranganDrone, #Zelenskyy, #PertahananUdaraRusia, #KonflikInternasional, #Krimea, #BeritaMiliter,

