RI News Padangsidimpuan – Mahasiswa penerima KIP-Kuliah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (SYAHADA) Padangsidimpuan menggelar seminar pengembangan kapasitas yang mengusung tema “Membentuk Generasi Mahasiswa yang Religius, Inovatif, dan Berdaya Saing di Era Disrupsi”, Selasa (24/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Mahasiswa Penerima KIP-Kuliah (FORMA KIP) UIN SYAHADA ini berlangsung penuh antusiasme dan diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas. Seminar ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat fondasi intelektual sekaligus karakter para penerima beasiswa afirmasi tersebut agar siap menghadapi tantangan teknologi, informasi, dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Dalam pemaparan utamanya, Dr. H. Erwin Kelana Nasution, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padangsidimpuan, menekankan pentingnya nilai religius sebagai pondasi utama bagi generasi mahasiswa. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menggerus identitas moral dan spiritual generasi muda. Mahasiswa harus menjadikan agama sebagai panduan utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, sehingga lahir pribadi-pribadi berintegritas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Mahasiswa penerima KIP-Kuliah adalah generasi terpilih yang diberi kesempatan emas oleh negara. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Dr. Erwin.
Sementara itu, Ridwan Kurniawan Efendi, S.E., menyajikan materi tentang inovasi dan daya saing di era disrupsi. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan membaca peluang. Ridwan mendorong para peserta agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan pencipta peluang melalui semangat kewirausahaan dan penguasaan teknologi digital.
Ketua Umum FORMA KIP UIN SYAHADA, Kurnia Saputra, dalam sambutannya menyatakan bahwa seminar ini merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam membina mahasiswa penerima KIP-Kuliah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi mahasiswa untuk terus mengasah potensi akademik dan non-akademik.
Baca juga : Mengheningkan Cipta di Makam Pahlawan: Polres Melawi Peringati Hari Bhayangkara ke-80 dengan Khidmat
“Keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk tidak berprestasi. Dengan semangat belajar yang tinggi, disiplin, dan kerja keras, kita bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” tegas Kurnia Saputra.
Selain menjadi ajang transfer pengetahuan, seminar ini juga mempererat silaturahmi dan solidaritas antar mahasiswa penerima KIP-Kuliah. Melalui diskusi yang dinamis, para peserta diajak membangun jaringan kolaboratif untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dengan terselenggaranya acara ini, FORMA KIP UIN SYAHADA optimis dapat melahirkan generasi mahasiswa yang unggul, religius, inovatif, dan berdaya saing tinggi — sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak mulia di tengah era disrupsi.
Pewarta : Adi Tanjoeng
Tagline : #FORMAKIP, #UINSYAHADA, #MahasiswaReligius, #InovasiMahasiswa, #EraDisrupsi, #KIPKuliah, #GenerasiBerdayaSaing, #PendidikanBerkualitas, #Padangsidimpuan.

