RI News. Jakarta – Tujuh tahun setelah film Star Wars terakhir menghiasi layar lebar, franchise legendaris ini kembali dengan The Mandalorian and Grogu. Namun, kedatangan tersebut menuai respons beragam di kalangan kritikus dan penggemar, yang mempertanyakan apakah karya ini mampu menghidupkan kembali semangat epik klasik George Lucas atau sekadar melanjutkan pola aman yang telah membosankan.
Film garapan Jon Favreau ini mengangkat kembali Din Djarin (Pedro Pascal) dan Grogu dalam petualangan baru yang membawa mereka bekerja sama dengan Kolonel Ward (Sigourney Weaver) untuk menyelamatkan Rotta the Hutt, putra Jabba the Hutt. Pendekatan cerita yang relatif sederhana menjadi salah satu kekuatan utama, memungkinkan penonton kasual untuk mengikuti alur tanpa harus menonton seluruh serial sebelumnya. Adegan pembuka yang sarat aksi juga mendapat pujian karena mampu langsung menyedot perhatian dengan intensitas tinggi.
Namun, di balik elemen-elemen positif tersebut, banyak pengamat menilai film ini kurang berani mengambil risiko. Narasi cenderung mengikuti pola berulang khas serial televisi: misi penyelamatan, pertarungan melawan musuh CGI, penyelesaian tugas, dan pengulangan pola yang sama. Durasi 132 menit dirasa terlalu panjang untuk cerita yang dinilai kurang esensial dan tidak membawa terobosan signifikan dalam semesta Star Wars.

Dari segi akting, Pedro Pascal kembali solid dalam peran Din Djarin, didukung penampilan memukau Sigourney Weaver. Grogu tetap menjadi daya tarik emosional utama dengan kelucuan alaminya, termasuk momen-momen kecil yang menghibur. Kehadiran cameo unik, seperti pengisi suara Martin Scorsese untuk karakter alien pendukung, turut menjadi sorotan tersendiri.
Secara akademis, film ini merefleksikan tantangan besar yang dihadapi franchise Star Wars pasca-trilogi sekuel. Setelah mengandalkan produksi layar kecil selama beberapa tahun dengan hasil yang tidak merata, keputusan kembali ke bioskop seharusnya menjadi momentum untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih ambisius. Sayangnya, The Mandalorian and Grogu dinilai masih terlalu berhati-hati, sehingga sulit memulihkan antusiasme penggemar yang sempat pudar.
Baca juga : Sarasehan Hepi Ngatmombilung di Jatisrono: Menyulut Semangat Seni Jawa dan Ekonomi Kreatif Generasi Muda
Meski bukan film yang buruk, karya ini dinilai belum cukup kuat untuk menjadi penanda kebangkitan Star Wars di era baru. Para pelaku industri perfilman kini menantikan apakah proyek-proyek mendatang mampu keluar dari zona nyaman dan kembali menyajikan petualangan luar angkasa yang benar-benar epik dan menginspirasi.
Pewarta : Vie
Tag line: #TheMandalorianAndGrogu, #StarWarsReturn, #ReviewFilm, #JonFavreau, #DinDjarin, #Grogu, #FranchiseStarWars, #Cinema2026,

