RI News. Yogyakarta – Dalam semangat kolaborasi lintas sektor yang kian menguat, Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng sekitar 50 lembaga, perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan komunitas masyarakat untuk mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah berbasis gotong royong. Inisiatif ini menunjukkan kekuatan partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah sosial tanpa bergantung pada alokasi anggaran pemerintah pusat maupun daerah.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa program ini murni digerakkan oleh dan untuk warga. “Ini betul-betul kegiatan dari warga untuk warga. Pemerintah hanya mengorkestrasi. Jadi, melalui gotong royong seperti ini ada manfaat yang langsung dirasakan,” ujarnya saat penyerahan bantuan bedah rumah di Yogyakarta, Minggu.
Baru berjalan sekitar satu pekan, gerakan ini telah berhasil mengumpulkan dukungan untuk membedah 22 rumah tidak layak huni. Sebelumnya, melalui inisiatif serupa dari masyarakat, delapan rumah lainnya telah diselesaikan. Dengan demikian, dalam kurun satu bulan terakhir, total 30 rumah warga berhasil diperbaiki tanpa menggunakan satu rupiah pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hasto Wardoyo mengapresiasi respons cepat berbagai pihak dan mengimbau agar semangat ini terus meluas. “Kami mengimbau masyarakat dan para pengusaha untuk bersama-sama bergotong royong. Baru seminggu berjalan, sudah terkumpul bantuan untuk 22 rumah. Ini luar biasa, ada hasil yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Pemilihan program bedah rumah sebagai prioritas bukan tanpa alasan. Banyak warga Yogyakarta masih tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, di mana kualitas kehidupan di dalam rumah bahkan lebih buruk dibandingkan di luar. “Masih ada rumah-rumah yang sangat tidak layak huni. Bahkan ada yang kondisinya lebih sehat berada di luar rumah daripada di dalam rumah. Karena itu bedah rumah menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong,” jelas Hasto.
Baca juga : Berantas Sindikat Internasional: Tim Gabungan Amankan 7,8 Kg Hasis dari WNA Rusia di Pedesaan Bangli
Program ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-7 Kota Yogyakarta. Alih-alih sekadar seremonial, peringatan tahun ini diwujudkan melalui berbagai aksi konkret berbasis gotong royong. Selain bedah rumah, kegiatan lain seperti bersih sungai serta pengumpulan dan pemilahan sampah juga digalakkan. Tujuannya tidak hanya memperbaiki infrastruktur hunian, tetapi juga menumbuhkan optimisme masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi model pembangunan inklusif yang dapat direplikasi di daerah lain, di mana pemerintah berperan sebagai fasilitator sementara kekuatan utama berasal dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Pewarta : Lee Anno
Tagline : #GotongRoyongYogyakarta, #BedahRumah, #PemkotYogyakarta, #RumahLayakHuni, #HariJadiYogyakarta, #KolaborasiMasyarakat, #PerbaikanHunian, #HastoWardoyo,

