RI News. Denpasar – Operasi terkoordinasi lintas instansi berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional di Bali. Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Bali mengungkap peredaran ganja jenis hasis yang dibawa warga negara asing asal Rusia.
Penangkapan berlangsung di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, pada Jumat (5/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan pihaknya berhasil mengamankan barang bukti narkotika berupa hasis seberat 7,8 kilogram (bruto). Selain itu, petugas juga menyita paspor, ponsel, serta satu unit kendaraan roda empat.
“Barang bukti ini merupakan hasil pengembangan informasi dari Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengenai tas koper berisi ganja yang dibawa penumpang berinisial KK (52), warga negara Rusia,” ujar Suyudi dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Minggu.

Menurut penjelasan BNN, KK mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan melanjutkan perjalanan dengan mobil rental menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Ia menyeberang ke Bali sekitar pukul 01.30 WIB. Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, sekitar pukul 03.00 WITA, KK dijemput oleh SK (40), sesama WNA Rusia. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bangli.
Petugas melakukan pengejaran setelah SK berupaya melarikan diri usai menurunkan KK beserta koper berisi narkotika. Dalam pelarian itu, SK mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan hingga sempat menabrak beberapa warga setempat. Akhirnya, mobil tersebut berhasil dihentikan dan SK ditangkap di Dusun Kayang.
Baca juga : Suroboyo 10K Menggebrak: 400 Pelari Ciptakan Waktu di Bawah 45 Menit pada Debut Surabaya
Kasus ini menunjukkan pola penyelundupan narkotika lintas negara yang memanfaatkan jalur transportasi darat dan laut. Hasis, yang merupakan bentuk padatan dari tanaman ganja, memiliki tingkat bahaya tinggi karena kandungan zat psikoaktifnya yang kuat. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti penting sinergi antarlembaga dalam menjaga wilayah Bali dari ancaman narkotika internasional.
Saat ini, BNN masih berkoordinasi dengan Bea dan Cukai, Polda Bali, serta pihak Imigrasi untuk mengembangkan kasus lebih lanjut, termasuk mendalami kemungkinan adanya tersangka WNA Rusia lainnya yang masih berada di Bali.
Pewarta : Vie
Tagline : #PenyelundupanNarkotika, #BNNBali, #HasisRusia, #OperasiGabungan, #BangliBali, #PoldaBali, #BeaCukai, #ImigrasiIndonesia,

