RI News. Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah meluncurkan program inovatif “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” yang langsung diintegrasikan dengan Pelatihan Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru. Kegiatan yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin (25/5/2026) pagi ini, menandai komitmen nyata Polri dalam mendukung target nasional eliminasi Tuberkulosis (TB) di Indonesia pada tahun 2030.
Mengusung tema “Sinergi Bersama, Putus Rantai TB Paru, Wujudkan Jawa Tengah Sehat”, acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman, para Pejabat Utama Polda Jateng, serta seluruh Kapolres jajaran. Ribuan Bhabinkamtibmas mengikuti kegiatan secara virtual melalui platform daring.
Berbagai organisasi kesehatan dan profesi turut hadir memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko Sp.BM., M.A.R.S., M.H., FISQua menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap program nasional pemberantasan TB sekaligus menjadi kegiatan utama bakti kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Melalui program ini, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi serta kabupaten/kota dan berbagai organisasi profesi kesehatan untuk melatih para Bhabinkamtibmas menjadi tracer TB Paru di wilayah tugas masing-masing.
“Bhabinkamtibmas nantinya diharapkan mampu membantu tracing kasus TB paru di masyarakat sekaligus memberikan edukasi dan komunikasi yang efektif agar masyarakat mau melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan sampai tuntas,” jelas Kombes Pol. drg. Agung Hadi Wijanarko.
Baca juga : Polresta Padang Gelorakan Generasi Emas 2045 Melalui Pembinaan Intensif Pelajar
Selain materi tracing dan pelaporan kasus, para Bhabinkamtibmas juga dibekali pelatihan public speaking serta komunikasi persuasif untuk membangun pendekatan yang lebih humanis terhadap warga yang diduga terpapar TB. Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan slogan TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) sebagai kampanye utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa Indonesia masih menduduki peringkat kedua negara dengan penderita TB terbanyak di dunia setelah India. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat krusial.
“Kami sangat mengapresiasi program ini karena melibatkan berbagai stakeholder dan organisasi kesehatan dalam upaya bersama mengeliminasi TB. Harapannya program ini mampu mendukung target pemerintah menghapus TB di Indonesia tahun 2030,” ujar dr. Zulfachmi.
Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan TB bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan menjadi pekerjaan bersama seluruh elemen bangsa.
“TBC ini menjadi pekerjaan kita bersama. Tidak hanya Dinas Kesehatan dan organisasi kesehatan, tetapi seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk mengeliminasi penyakit ini,” tegas Kapolda.
Ia juga menyoroti peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Dengan kedekatan mereka terhadap warga, diharapkan dapat memberikan motivasi agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri dan menuntaskan pengobatan.
“Maknai program ini sebagai semangat kemanusiaan sehingga kehadiran kita benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesan Kapolda Ribut Hari Wibowo.
Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi edukasi kesehatan, termasuk tracing dan pemeriksaan diagnostik TB Paru, penanganan TB pada anak dan dewasa, serta peluncuran buku saku Bhabinkamtibmas Tracer TB sebagai panduan lapangan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin mendekatkan diri dengan kebutuhan masyarakat. Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial di bidang kesehatan.
“Melalui program ini, Polda Jateng hadir lebih dekat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” diharapkan dapat menjadi model kolaborasi kepolisian dan sektor kesehatan yang efektif dalam menekan angka penularan TB di Jawa Tengah, sekaligus memperkuat peran polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di berbagai aspek kehidupan.
Pewarta: Nandang Bramantyo

