RI News. Kulon Progo – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 terus menorehkan dampak nyata di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Memasuki tahap akhir, puluhan prajurit Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu menyelesaikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan perbaikan Atap, Dinding, serta Lantai (ALADIN) untuk sepuluh kepala keluarga.
Wakil Komandan Satgas TMMD, Kapten Inf Heri Purnomo, menyampaikan bahwa bantuan RTLH diberikan kepada empat warga, yaitu Karnadi dari Padukuhan Senden, Waginem dari Padukuhan Tubin, Tupon dari Padukuhan Diran, serta Affan dari Padukuhan Jurug. Sementara itu, bantuan ALADIN disalurkan kepada enam warga lainnya: Suparman (Padukuhan Jekeling), Poniman (Padukuhan Gerjen), Parni (Padukuhan Getan), Poniran (Padukuhan Sapon), Tumar (Padukuhan Jurug), dan Lasinem (Padukuhan Kwarakan).
“Satgas TMMD bersama warga telah bekerja keras dan bergotong royong sejak awal program ini berjalan. Hingga Senin (18/5/2026), sebagian bangunan sudah selesai dibangun, sementara sisanya memasuki tahap finishing,” jelas Kapten Inf Heri Purnomo.

Salah satu penerima manfaat yang rumahnya telah rampung adalah Affan, warga Padukuhan Jurug. Rumah baru yang kini layak huni dan sehat menjadi bukti konkret kehadiran program TMMD di tengah masyarakat.
“Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan terima kasih kepada pemerintah serta TNI. Melalui program TMMD Reguler ini, keinginan saya memiliki rumah yang layak huni dan sehat akhirnya terwujud,” ujar Affan dengan haru.
Ia menambahkan bahwa rumah tersebut kini menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarganya. “Semoga membawa berkah. Terima kasih kepada Satgas TMMD dan seluruh warga yang bekerja dengan ikhlas. Semoga semua ini dicatat sebagai amal kebaikan,” tuturnya.
Baca juga : Ketua WIB Tapsel Kritik Lambatnya KPK Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana CSR yang Seret Nama Bupati Gus Irawan
Program TMMD Reguler ke-128 di Kabupaten Kulon Progo tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di antara prajurit TNI dan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi program serupa di wilayah lain, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan hunian layak.
Pembangunan yang kini memasuki tahap akhir ini menjadi penanda bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam waktu relatif singkat.
Pewarta: Lee Anno

