RI News. Kulon Progo – Satgas TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 bersama warga Padukuhan Kwarakan terus bekerja keras menyelesaikan pembangunan talud pengaman jalan sepanjang 175 meter. Hingga Jumat (15/5/2026), pengerjaan memasuki tahap akhir pemlesteran bagian atas talud untuk memastikan struktur lebih rapi dan kokoh.
Talud dengan lebar 1,9 meter dan tebal 0,35 meter ini merupakan salah satu sasaran fisik prioritas program TMMD di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Pembangunan ini diharapkan mampu mengatasi masalah longsor dan erosi akibat air yang selama ini mengancam badan jalan serta lahan persawahan di sekitarnya.
Babinsa Sidorejo, Sertu Pardi, menyatakan bahwa talud jalan tersebut memiliki manfaat ganda. “Talud jalan yang dibangun di Padukuhan Kwarakan ini akan sangat bermanfaat sekali, karena berfungsi sebagai pengaman jalan agar tidak ambrol terkikis air, agar aktivitas warga tidak terganggu, selain itu juga untuk mengamankan lahan area persawahan,” ujarnya.

Menurut Sertu Pardi, setelah talud selesai, badan jalan akan terlihat lebih lebar karena tanah galian sudah diratakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan lalu lintas, yang pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat. “Dengan jalan yang nyaman dan aman diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi yang muaranya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pengerjaan talud berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga menjadi kunci keberhasilan. “Sinergitas Satgas TMMD dengan masyarakat tak diragukan lagi, dengan penuh semangat mereka bekerja dengan satu tekad tuntaskan pekerjaan sebelum kegiatan ditutup,” pungkas Sertu Pardi.
Program TMMD Reguler ke-128 di wilayah ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat tali persatuan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik. Warga Kwarakan pun menyambut positif kehadiran talud baru ini sebagai langkah konkret meningkatkan ketahanan infrastruktur lokal menghadapi musim hujan.
Dengan target penyelesaian yang semakin dekat, masyarakat optimistis bahwa akses jalan yang lebih baik akan membuka peluang ekonomi baru bagi Padukuhan Kwarakan dan sekitarnya.
Pewarta : Lee Anno

