RI News. Bandung – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) kembali menjadi pusat pemikiran strategis nasional dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII TA 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad. Seminar ini mengusung tema “Transformasi Militer: From Combat Force to Strategic Force, Transformasi TNI AD, Teknologi AI dan Ekonomi Nasional”, sebagai forum mendalam bagi para perwira tinggi dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kekuatan pertahanan Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., didampingi Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han). Dalam sambutannya, Kasad menegaskan komitmen institusi untuk terus melaksanakan seminar dan kajian strategis secara berkelanjutan. Menurutnya, hal ini merupakan bagian penting dalam membentuk pola pikir adaptif dan visioner di kalangan perwira TNI AD.
“Kami siap memberikan masukan serta gambaran kondisi di lapangan guna mendukung program pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang,” ujar Jenderal Maruli. Ia juga berharap seminar ini dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang memperkuat peran TNI AD sebagai pilar stabilitas nasional.

Seminar menghadirkan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai keynote speaker dengan materi “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”. Dalam paparannya, Luhut menekankan urgensi kesiapan bangsa Indonesia menghadapi perubahan geopolitik dan disrupsi teknologi. Ia memandang penguatan ekonomi nasional sebagai fondasi utama ketahanan negara di tengah ketidakpastian dunia.
Dua pembicara lain turut memperkaya diskusi. Prof. Yohannes Surya, Ph.D. menyampaikan materi “Kedaulatan Teknologi AI untuk TNI AD”, yang membahas pentingnya penguasaan teknologi kecerdasan buatan sebagai elemen kedaulatan pertahanan. Sementara itu, Assoc. Prof. Sri Fatmawati, Ph.D. mengangkat topik “Biodiversitas sebagai Aset Strategis: Peran Sains dan Inovasi dalam Ketahanan Nasional”, menyoroti potensi kekayaan alam Indonesia sebagai basis inovasi untuk mendukung pertahanan holistik.
Baca juga : Komnas HAM Dorong Relokasi Pasca Bencana Aceh yang Berkeadilan: Partisipasi Warga Jadi Kunci Utama
Seminar diikuti secara tatap muka oleh para Asisten Kasad, Panglima dan Komandan Kotama Balakpus, serta rektor dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Turut hadir pula para peserta Sesko TNI, Seskoau, Seskoal, Sespimti Polri, dan Sespimen Polri.
Secara daring, sebanyak 584 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Danbrig TP, Dandim, dan Danyonif TP, mengikuti kegiatan melalui platform konferensi video. Kehadiran yang masif ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap upaya transformasi TNI AD dari kekuatan tempur konvensional menuju kekuatan strategis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi.
Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, melainkan juga melahirkan rekomendasi kebijakan konkret yang dapat mendukung pembangunan pertahanan negara yang tangguh dan berbasis inovasi di masa depan.
Pewarta: Lee anno

